News

Anies Baswedan Jawab Soal Masalah Polusi Udara di DKI Jakarta, Prabowo: Susah Kalau Salahkan Angin

Oleh: Linda Wati Rabu 13 Des 2023, 08:33 WIB
Anies Baswedan Jawab Soal Masalah Polusi Udara di DKI Jakarta, Prabowo: Susah Kalau Salahkan Angin

AYOJAKARTA.COM - Debat calon Presiden (capres) 2024 pertama telah digelar pada Selasa (12/12/2023) malam, dalam kesempatan itu Prabowo Subianto menyinggung soal polusi udara DKI Jakarta pada Anies Baswedan.

Dikutip Ayojakarta.com dari YouTube KompasTV Pontianak, Prabowo Subianto menyebut bahwa indeks polusi udara di DKI jadi yang tertinggi di dunia.

Dengan anggaran yang cukup besar dari pemerintah, Prabowo Subianto mempertanyakan kebijakan Anies Baswedan untuk mengatasi polusi udara dengan anggaran mencapai Rp 80 triliun selama menjadi Gubernur.

Baca Juga: Tio Pakusadewo Buktikan Omongan Jessica Wongso Tentang SEL TIKUS di Depan Deddy Corbuzier: Gelap, Pengap Bau 

“Selama Mas Anies memimpin, DKI sering kali menerima indeks polusi tertinggi di dunia, bagaimana dengan anggaran Rp 80 T,” kata Prabowo.

“Pak Anies sebagai Gubernur tidak dapat berbuat sesuatu yang berarti untuk mengurangi polusi,” pungkasnya.

Anies pun kemudian menjawab dengan mencontohkan suatu daerah tidak ada Covid-19 ketika pandemi karena tidak ada alat tes.

Menanggapi hal itu, capres nomor urut 2 menekankan bahwa dirinya mempertanyakan soal polusi udara, bukan soal Covid-19

Anies melanjutkan dengan menjawab bahwa pemerintah provinsi memasang alat pemantau polusi udara. Jika masalah polusi udara bersumber dari Jakarta, maka tentu konsisten selalu kotor.

Baca Juga: Tes Kepribadian: Gambar Apa yang Kamu Lihat Ungkap Apa yang Sedang Kamu Alami

“Tapi apa yang terjadi? Ada hari di mana kita bersih, ada hari di mana kita kotor. Ada masa Minggu pagi Jagakarsa sangat kotor, apa yang terjadi? Polusi udara tidak punya KTP, angin tidak punya KTP. Angin itu bergerak dari sana ke sini," ujar Anies.

“Ketika polutan PLTU mengalir ke Jakarta, maka Jakarta ada indikator polusi udara. Ketika angin bergerak ke Lampung, ke Sumatra, ke Laut Jawa, di sana tidak ada monitor, maka Jakarta pada saat itu bersih. Kalau problem dalam kota saja, maka konsisten tiap waktu kita punya masalah, konsisten tiap waktu ya kita punya masalah polusi," pungkasnya.

Oleh karena itu, eks Gubernur DKI Jakarta ini membeberkan langkah-langkah apa saja yang dilakukan untuk mengatas polusi.

Antara lain pengendalian emisi, elektrifikasi kendaraan umum, serta konversi kendaraan umum.

Anies Baswedan mengklaim bahwa dulu yang naik kendaraan umum hanya 350 ribu orang per hari, sementara kini meningkat menjadi 1 juta orang per hari.

Baca Juga: Debat Pertama Selesai Hasil Survei Akan Berubah? Pakar Politik Singgung 2 Faktor Ini Bisa Buat Prabowo Merosot

Lantas, Prabowo pun menanggapi, “Ya susah kalau kita menyalahkan angin dari mana aja. Jadi saya bertanya, dengan anggaran segitu besar langkah-langkah yg bisa dilakukan untuk dengan riil dalam lima tahun mengurangi polusi juga di mana rakyat Jakarta begitu banyak yang mengalami sakit pernapasan."

"Jadi saya kira kalau kita dengan gampang menyalahkan angin, hujan, dan sebagainya ya mungkin tidak perlu ada pemerintahan kalau begitu. Terima kasih," lanjutnya.***

Reporter Linda Wati
Editor Jinan Vania Barizky