AYOJAKARTA.COM - Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep memberi tanggapan soal pernyataan Ade Armando yang menyebut politik dinasti di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Kaesang Pangarep secara tegas mempersilakan Ade Armando keluar dari PSI.
Selain Ade Armando, Kaesang Pangarep juga tegas mempersilakan para kader lainnya keluar dari PSI jika tak taat aturan konstitusi.
“Kami dari partai PSI taat pada aturan konstitusi apalagi yang menyangkut dengan Daerah Istimewa Yogyakarta. Buat kader PSI yang tidak bisa mengikuti Undang-undang Dasar,” kata Kaesang Pangarep seperti dikutip ayojakarta.com dari YouTube Metrotv, Kamis (7/12/2023).
“Bang Ade maupun kader lain yang nggak bisa taat bisa keluar aja dari PSI,” pungkasnya.
Putra Presiden Joko Widodo ini mengaku bahwa dirinya juga merupakan bagian DIY.
“Saya bagian dari Yogyakarta, saya juga menikah di Yogyakarta, istri saya juga orang Yogya," paparnya.
Sementara itu, Ade Armandi diketahui telah dilaporkan ke Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) buntut pernyataan terkait politik dinasti di DIY.
Kader PSI ini dilaporkan Paguyuban Masyarakat Ngayogyakarta Untuk Sinambungan Keistimewaan (Paman Usman).
Widihasto Wasana Putra, Koordinator Paman Usman menyampaikan pihaknya mendampingi dua perwakilan lurah di DIY untuk melaporkan kader PSI, Ade Armando.
Dalam hal ini, pelapor adalah Lurah Karangwuni Anwar Musadad bersama Rahmawati Wijayaningrum selaku Lurah Wirokerten.
"Kenapa yang melaporkan adalah lurah karena lurah adalah pemangku keistimewaan di DIY yang memang salah satu tugas pokoknya menjaga kelestarian dan kesinambungan Daerah Istimewa Yogyakarta," kata Widihasto dikutip ayojakarta.com dari suara.com, Kamis (7/12/2023).
"Tadi sudah diterima di SPKT, sudah membuat laporan dan nanti kita tunggu saja prosesnya dari kepolisian Polda DIY," pungkasnya.***