AYOJAKARTA.COM -- Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, tengah mencari lokasi baru sebagai tempat perlindungan bagi pengungsi Rohingya. Dikarenakan penampungan saat ini dianggap tidak lagi mencukupi.
"Kami sedang mencari jalan untuk nanti dicarikan tempat penampungan, karena yang ada sudah tidak muat," ucap Mahfud usai rapat membahas pengungsi Rohingya di Kantor Kemenkopolhukam.
Dalam upaya ini, Mahfud telah memerintahkan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, untuk bekerja sama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Riau guna merencanakan pemindahan lokasi pengungsi Rohingya.
Baca Juga: Membaca Kepribadian Seseorang dari Bentuk Kaki, Coba Perhatikan Jempolnya
Dalam pertemuan tersebut, beberapa pihak mengusulkan beberapa lokasi sebagai tempat pengungsian sementara. Meskipun demikian, lokasi yang tepat belum dapat diputuskan dalam pertemuan tersebut.
Mahfud menjamin bahwa dalam waktu dekat, pengungsi Rohingya akan ditempatkan di lokasi baru guna menghindari penumpukan penduduk. Ia juga menekankan bahwa upaya tersebut dilakukan semata-mata atas dasar kemanusiaan.
"Jadi, Rohingya itu pada prinsipnya kami menganut diplomasi kemanusiaan karena sifatnya kemanusiaan maka kami sedang mencari jalan," ucap mantan ketua Mahkamah Konstitusi tersebut.
Sebelumnya, pada tanggal 4 Desember 2023, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan Mahfud MD untuk menangani isu pengungsi Rohingya yang memasuki wilayah Indonesia, dengan melibatkan pemerintah daerah dan UNHCR.
Baca Juga: 8 Tanda Orang yang Tidak Suka Denganmu Meski Mereka Bersikap Baik, Yuk Kenali Ciri-Cirinya
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Aceh juga telah berkoordinasi dengan UNHCR terkait penanganan imigran Rohingya yang tiba di Pulau Weh, Kota Sabang.
Pemerintah Provinsi Aceh bersama Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) serta Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) saling berkoordinasi untuk mencari solusi dalam menangani imigran Rohingya yang sedang ditampung di beberapa lokasi di Aceh.