News

Reza Indragiri Singgung Teori Segitiga Kejahatan yang Runtuh dalam Kasus Jessica, Apa Itu?

Oleh: Rosandra Gisca Andyna Kamis 07 Des 2023, 14:40 WIB
Reza Indragiri Singgung Teori Segitiga Kejahatan yang Runtuh dalam Kasus Jessica, Apa Itu?

AYOJAKARTA.COM - Ahli psikologi forensik, Reza Indragiri kembali membuat pernyataan soal keyakinannya bahwa Jessica Wongso, terdakwa kasus kopi sianida tidaklah bersalah.

Menurut pandangan Reza Indragiri, dalam kasus kopi sianida Jessica Wongso, tidak ditemukan bukti lengkap soal kematian Wayan Mirna Salihin karena racun yang dimasukkan oleh Jessica.

Bahkan Reza Indragiri sendiri menyinggung soal teori segitiga kejahatan yang dalam kasus Jessica Wongso ini tidak terbukti alias runtuh.

Baca Juga: Curhat Firli Bahuri Usai Diperiksa Polisi Atas Kasus Pemerasan SYL: Saya Tertekan

Dikatakan Reza, kenapa pelaku di kasus ini memutuskan menggunakan racun dan bukannya alat kejahatan lain seperti celurit, blm atau lainnya.

Karena menurutnya, dengan menggunakan racun akan memungkinkan si pelaku membangun jarak sejauh-jauhnya dari korban dan TKP.

"Pelaku menggunakan racun agar dia punya kesempatan membangun alibi," kata Reza seperti dikutip dari cuplikan video dalam unggahan akun TikTok @oyen3249, Kamis (7/12/2023).

Reza lantas menyinggung tentang teori segitiga kejatahan yang telah dipelajari oleh para anggota kepolisian.

Dimana di dalam suatu peristiwa kejahatan, dengan menggunakan teori ini maka dimana ada korban, ada TKP, maka disitu juga akan ada pelaku.

"Termasuk teman-teman di kepolisian, belajar tentang teori segitiga kejahatan. Teori itu ingin mengatakan bahwa karena korban disitu, TKP disitu, maka pelaku disitu," jelas Reza.

Namu, bagi Reza terori tersebut tidak masuk dalam kasus kopi sianida Jessica Wongso.

Baca Juga: Waduh! UNHCR Sebut Pengungsi Rohingya Akan Datang Lebih Banyak Pada Desember Ini

Dimana dalam hal ini instrumen kejahatan yang digunakan adalah racun, sedangkan racun memungkinkan pelaku akan menjaga jarak dengan korbannya saat melakukan aksi pembunuhan.

Maka dikatakan Reza, teori ini tidak berlaku bagi kasus Jessica Wongso.

"Teori ini anggaplah betul tetapi pengecualian kalau kita bicara racun. Racun adalah instrumen kejahatan yang memungkinkan si pelaku untuk menjauh dari korban, menjauh dari TKP sehingga teori segitiga kejahatan runtuh tidak berlaku," tegasnya.

Reza juga menyampaikan keraguannya bahwa Jessica merencanakan aksi pembunuhan menggunakan racun sianida kepada Mirna.

"Sekarang di kasus ini sangat aneh menurut saya, sebutlah Jessica bawa sianida, sianida dia masukkan ke kopi, kopi diminum oleh mendiang Mirna, lalu kehilangan nyawa," jelas Reza.

"Posisi Jessica dimana, ternyata dia tidak lari, dia tongkrongi proses kematiannya, dia biarkan kamera tetap menyala dan menyoroti dirinya. Dia biarkan saksi mata sekian banyak menyaksikan situasi itu. Gak masuk dikepala saya," lanjutnya.

Bagi Reza, logika penggunaan racun dari sudut pandang psikologi forensik membuatnya ragu bahwa Jessica adalah pelaku pembunuhan Mirna.

Bahkan Reza berani menyebut, bahwa peristiwa ini pun dia masih sangat ragu jika disebut sebagai peristiwa pembunuhan lantaran kurangnya bukti konkret yang menunjukkan bahwa Jessica lah pembunuh Mirna.***

Reporter Rosandra Gisca Andyna
Editor Jinan Vania Barizky