News

Anggota DPR RI Hinca Panjaitan Singgung Kasus Jessica Wongso Layaknya Sinetron: Ada Sutradara di Balik Ini

Oleh: Cindra May Ningrum Selasa 05 Des 2023, 16:05 WIB
Kasus Jessica Wongso diangkat dalam rapat Komisi III DPR RI dalam menyeleksi hakim Agung sebagai pertanyaan-pertanyaan berbobot.

AYOJAKARTA.COM - Baru-baru ini kasus Jessica Wongso yang sudah berlalu sejak tahun 2016 kembali menjadi sorotan publik.

Terlebih, kasus Jessica Wongso diangkat dalam rapat Komisi III DPR RI dalam menyeleksi hakim Agung sebagai pertanyaan-pertanyaan berbobot.

Sebab, kini semakin banyak yang menyuarakan keadilan dan pembelaan terhadap terpidana Jessica Wongso yang dinilai tak bersalah dalam kematian Mirna Salihin tujuh tahun lalu.

Salah satu anggota dari Komisi III DPR RI ialah Hinca Panjaitan yang turut angkat bicara terkait kasus Jessica Wongso.

Menurutnya, persidangan Jessica Wongso yang dilakukan selama 32 kali yang disorot oleh berbagai media Indonesia disebut mirip seperti sinetron berseri-seri.

Melalui tayangan YouTube Pablo Benua, Hinca Panjaitan berbincang dengan Pablo Benua terkait kasus Jessica Wongso yang muncul lagi di permukaan.

"Kalau yang namanya sinetron itu kan film, film itu kan berarti ada sutradaranya. Menurut abang pada saat itu di tahun 2016 siapa sutradaranya?" tanya Pablo Benua.

"Kalau kita membaca, menonton televisi dan kenapa televisi sampai dia berniat untuk live, tentu ada pertimbangan oleh redaksi. Pertama, karena ini adalah consern publik. Kedua, secara fungsi media dia dapatkan. Lalu yang ketiga, dampak ekonominya juga ada karena makin banyak penonton makin banyak penghasilan, kan begitu dunia media. Sekarang, apakah salah semua itu? Tentu tidak," kata Hinca Panjaitan.

Baca Juga: 4 Bulan Jessica Wongso di Sel Tikus, Anggota DPR RI Hinca Panjaitan Sebut Itu Pelanggaran HAM

"Tetapi, membuat sebuah persidangan dari awal sampai akhir layaknya sinetron berseri-seri, saya merasa ada orang di balik ini, gitu. Orang di balik ini ada yang berkepentingan karena ekonomi, tapi juga ada yang berkepentingan karena tujuan tertentu untuk membentuk opini. Karena akhirnya kita menonton televisi, mendengarkan cerita itu," tambahnya.

Hinca Panjaitan mengungkapkan bahwa ruang publik saat ini dengan masa tahun 2016 silam tidak seramai sekarang.

"Jadi kesimpulannya, abang punya keyakinan ada yang mendesain itu di tahun 2016?," tanya Pablo Benua.

"Itu satu, tapi motifnya kita gak tahu. Karena begini kalau media ya, media mengambil sebuah berita persidangan, meskipun persidangan terbuka dan dibuka untuk umum, selalu bercerita tentang awal dan akhir, atau peristiwa-peristiwa yang terjadi saja. Tidak detail. Rata-rata begitu," jawab anggota DPR RI tersebut.

Baca Juga: Anies Baswedan Ditanya Soal Pilih Pemimpin karena 'Gemoy': Emang Boleh?

"Live seperti itu, hingga sedemikian rupa. Luar biasa ini. Karena itu saya tidak kaget, dalam waktu yang tidak terlalu lama, ada yang mendokumentasikan dan memfilmkan dalam tayangan Netflix itu, untuk mengimbangi. setelah tujuh tahun," kata Hinca Panjaitan.

Lebih lanjut, ia turut berharap bahwa kalau kasus Jessica Wongso adalah bagian dari sinetron atau drama maka harus dituntaskan dan dibongkar, bahkan disebut harus happy ending.

Reporter Cindra May Ningrum
Editor Aris Abdulsalam