News

Anies Baswedan Ditanya Soal Pilih Pemimpin karena 'Gemoy': Emang Boleh?

Oleh: Sahdan Maulana Selasa 05 Des 2023, 15:16 WIB
Capres nomer urut 1, Anies Baswedan, ditanya apakah boleh memilih pemimpin karena 'gemoy' saja? Begini pendapatnya.

AYOJAKARTA.COM -- Capres nomer urut 1, Anies Baswedan, ditanya apakah boleh memilih pemimpin karena 'gemoy' saja?

Anies Baswedan menjelaskan bahwa memilih pemimpin karena 'gemoy' boleh-boleh saja.

Hal tersebut Anies jelaskan dalam acara 'Desak Anies' di Banjarmasin, Kalimanatan Selatan, Selasa, 5 Desember 2023. Anies ditanya oleh salah satu anak muda terkait pemimpin gemoy.

"Emang boleh milih pemimpin yang menggemaskan?" tanya salah satu peserta.

Anies Baswedan mengatakan bahwa siapa saja boleh memilih pemimpin sesuai yang mereka mau.

"Emang boleh? Boleh enggak tuh? Boleh enggak? Bebas, Anda mau pilih karena keriting, karena warna matanya boleh, karena warna kulitnya, boleh, karena apa pun juga boleh, apa pun juga boleh," jawab Anies.

Anies kemudian menjelaskan bahwa semua orang berhak memilih dan dipilih oleh siapa pun.

"Karena itu ada dua hal ya, pun berhak untuk dipilih tidak ada larangan siapapun di sisi lain, siapa pun, berhak punya alasan apa pun untuk memilih," ucap Anies.

Baca Juga: Anies Baswedan Prioritaskan Harga Kebutuhan Pokok Murah

Anies juga menjelaskan bahwa tidak larangan bagi siapapun untuk dicalonkan, mencalonkan atau memilih calon.

"Jadi republik ini itu tidak ada larangan untuk dicalonkan dan tidak ada larangan untuk memilih alasan dalam memilih pasangan atau calon, jadi enggak ada larangan sama sekali, jadi tidak ada," ujar Anies.

Lebih lanjut, Anies Baswedan menyarankan untuk memilih pemimpin yang memiliki rekam jejak sebagai seorang pemimpin.

Baca Juga: Kriteria Tiga Pemilihan Menteri di Kabinet menurut Anies Baswedan Jika Terpilih sebagai Presiden

"Nah kalau saya boleh menganjurkan maka saya akan pilih berdasarkan satu, saya nih, rekam jejaknya. Kedua dia memimpin dadakan atau memimpin sejak kecil," kata Anies.

Menurutnya, seseorang yang pernah jadi pemimpin di usia akan lebih paham soal apa yang dilakukan apabila terpilih nantinya.

"Masa lalu tidak bisa dipungkiri masa depan bisa dibuatkan jawaban yang enak didengar di kuping. Jadi boleh-boleh saja, tapi kalau saya akan memilih berdasarkan rekam gagasan, rekam karya, rekam jejak kepemimpinannya, kira-kira begitu," pungkasnya.

Reporter Sahdan Maulana
Editor Aris Abdulsalam