News

TERKUAK! Sosok 'Sutradara' di Balik Kasus Jessica Wongso Diungkap Oleh Anggota DPR RI Ini, Siapa dan Apa Motifnya?

Oleh: Dyah Arum Ratri Selasa 05 Des 2023, 11:45 WIB
Jessica Wongso

AYOJAKARTA.COM - Kasus Jessica Wongso tahun 2016 kini kembali mencuat lantaran dianggap masih menyisakan banyak teka-teki.

Terbaru, salah satu anggota DPR RI dari fraksi Demokrat yakni Hinca Panjaitan juga meyakini adanya kejanggalan dalam kasus tersebut.

Di mana dalam pernyataannya, Hinca Panjaitan menilai jika kasus Jessica Wongso kala itu bak sebuah sinetron.

Baca Juga: Anggota DPR RI Hinca Panjaitan Minta Sel Tikus Jessica Wongso Dihapus, Hingga Beri Dukungan Kasus Kopi Sianida Dibuka Kembali

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Hinca Panjaitan saat dirinya hadir dalam podcast Pablo Benua yang mana potongan videonya diunggah oleh akun  Tiktok @jawnews pada Senin (4/12/23).

Kemudian dalam bincang-bincang tersebut Pablo Benua mencoba menggali lagi pernyataan Hinca Panjaitan yang menilai jika kasus kopi sianida 2016 silam tersebut bak sebuah sinetron.

“Ada yang menarik dari jawaban abang tadi bahwa waktu itu (sidang Jessica Wongso) adalah sinetron gitu ya, saya mau mencoba untuk mengorek-ngorek insting poltiknya abang dulu kenapa sekarang sudah di dunia politik,” ujar Pablo Benua.

Baca Juga: Tak Main-main Usut Kasus Kopi Sianida, Otto Hasibuan Akan Lakukan Strategi Ini Agar PK Jessica Wongso Berhasil

Pablo Benua lantas mempertegas pertanyaannya, apakah benar ada sosok sutradara dibalik kasus Jessica Wongso kala itu.

“Kalau yang namanya sinetron itu kan berarti film, berarti kan ada sutradaranya, menurut abang tuh ya saat itu tahun 2016 siapa sutradaranya?” tanya Pablo Benua kepada Hinca Panjaitan.

Hinca Panjaitan kemudian menanggapi pertanyaan Pablo Benua tersebut dengan menyoroti jalannya sidang Jessica Wongso dalam kasus kopi sianida.

Baca Juga: Ahli Hukum Merangkap Aktivis HAM Indonesia Ungkap Alasan yang Membuat Jessica Wongso Mendapat Vonis Berat

Dimana kala itu sidang Jessica Wongso seperti dipersiapkan dengan sangat baik dan pastinya ada tujuan tertentu dibalik itu semua, salah satunya faktor ekonomi.

“Kalau kita membaca, menonton televisi dan kenapa televisi sampai dia berniat untuk live gitu ya tentu ada pertimbangan oleh redaksi macam-macam,” terang Hinca Panjaitan.

“Pertimbangan pertama karena memang ini konsen publik, kedua secara fungsi media dia dapatkan, yang ketiga dampak ekonominya juga ada karena memang makin banyak penonton makin banyak penghasilan kan begitu dunia media,” lanjutnya.

Akan tetapi menurut penilaian Hinca Panjaitan, jalannya sidang Jessica Wongso yang saat itu berseri-seri seperti sinetron kemudian memperlihatkan jelas bahwa ada sosok yang mengatur semuanya, yaitu sutradara tadi.

“Nah sekarang apakah salah dengan semua itu, tentu tidak, tetapi membuat sebuah persidangan dari awal sampai akhir layaknya sinetron beseri-seri,” ungkap Hinca Panjaitan.

Baca Juga: Dinilai Menyembunyikan Barang Bukti, Ratusan Pengacara Jessica Wongso Laporkan Edi Salihin ke Mabes Polri

“Saya merasa ada orang dibalik ini gitu, yang bisa berkepentingan karena ekonomi tapi juga ada yang berkepentingan karena tujuan tertentu untuk membentuk opini,” lanjutnya.

Lebih lanjut Hinca Panjaitan juga menyebut, “Karen akhirnya kita menonton televisi, mendengarkan cerita itu, kalau nonton televisi dan sinetron kita tinggal mengambil keputusan aja , oh si A bilang begini, hanya itu , nah ruang publiknya tidak seramai seperti ini sehingga orang tidak terjun banyak di situ.”

Karena itulah, Hinca Panjaitan terus terang menilai jila kasus dan juga persidangan Jessica Wongso 2016 silam cukup aneh.

Baca Juga: Jubir Kejaksaan Agung Akui Tidak Ada Atensi Khusus Soal Jessica Wongso: Untuk Apa? Kasus Kami Ribuan

“Jadi kalau kau tanya apa feeling politikmu bilang itu, ini unik, aneh, dan luar biasa,” ucap Hinca Panjaitan.

Sementara itu Pablo Benua kembali bertanya pendapatnya mengenai sosok sutradara di balik kasus Jessica Wongso tadi.

“Berarti kesimpulannya abang punya keyakinan ada yang mendesain itu di 2016?” tanya Pablo kembali.

Kemudian dijawab oleh Hinca Panjaitan dengan mengatakan, “Itu satu, tapi motifnya kita gak tahu.”***

Reporter Dyah Arum Ratri
Editor Desi Kris