AYOJAKARTA.COM - Pengamat politik Rocky Gerung menyatakan pandangannya mengenai karakter Gibran Rakabuming Raka.
Menurut Rocky Gerung, ia percaya bahwa Gibran Rakabuming Raka memiliki sifat otoriter dalam kemampuannya memimpin.
Rocky Gerung menginterpretasikan sifat otoriter Gibran Rakabuming Raka sebagai hasil dari pengaruh ayahnya, yaitu Jokowi.
Baca Juga: Viral di X: Rocky Gerung Roasting Jubir TKN Prabowo-Gibran Andre Rosiade, Ada Kata Dungu
“Saya bicara dengan seorang peneliti muda dari Melbourne, dia bilang begini ‘kelihatannya ada DNA otoritarian di dalam keluarga itu,” ucap Rocky Gerung, dikutip Ayojakarta.com dari akun Youtube pribadinya Rocky Gerung Official.
Dalam konteks ini, Rocky Gerung mengevaluasi bahwa dalam menilai seorang pemimpin, kita sebaiknya tidak hanya terfokus pada penampilan mereka di depan publik.
Menurutnya, seseorang yang terlihat sederhana secara fisik bisa jadi memiliki kecenderungan memiliki bakat otoriter yang tidak terlihat secara langsung.
“Jadi terbaca memang, orang yang sederhana, sebenarnya menyimpan otoritarian personality,” ucapnya.
Rocky Gerung meyakini bahwa jika Gibran Rakabuming Raka terpilih sebagai wakil presiden dalam Pemilihan Umum 2024, ia akan menunjukkan perilaku otoriter.
“Jadi otoritarian personality ini akan ditiru anaknya juga. Dia akan praktekkan nanti itu kalau jadi wakil presiden,” lanjutnya.
Baca Juga: Lain Dulu Lain Sekarang, PDIP Akan Cabut Laporan Kasus Hoaks Rocky Gerung
Rocky Gerung menyimpulkan bahwa Gibran sebenarnya merupakan perwujudan dari sifat ayahnya.
Dengan keyakinan yang kuat, Rocky Gerung menganggap bahwa Jokowi selama ini menyimpan sifat otoriter yang baru-baru ini mulai terungkap.
Oleh karena itu, Rocky Gerung memberikan peringatan untuk berhati-hati terhadap jenis pemimpin yang terlihat merakyat dan sederhana di hadapan publik.
Ia menegaskan bahwa penampilan bisa menyesatkan mengenai sifat asli yang sebenarnya, yang mungkin bersifat otoriter.
“Jadi sebetulnya dari awal Jokowi menyembunyikan otoritarian dengan pencitraan merakyat. Justru di balik itu, psychological result-nya terbalik. Seseorang yang dipamerkan sederhana sebetulnya dia sedang menyembunyikan kebengisannya. Karena banyak otoriter, tapi pembawaannya sederhana gitu,” tutupnya.***