News

KPU Hapus Debat Khusus Antar Cawapres, Analis Politik Sebut Rakyat Tak Mau Beli Kucing dalam Karung

Oleh: Francisca Wuri Sulistyowati,ST Sabtu 02 Des 2023, 18:46 WIB
KPU Hapus Debat Khusus Antar Cawapres, Analis Politik Sebut Rakyat Tak Mau Beli Kucing dalam Karung

AYOJAKARTA.COM - Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menghapus debat khusus antar cawapres menuai protes berbagai kalangan publik.

Analis politik dari Universitas Islam Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, mengatakan KPU harus memberikan penjelasan terbuka dan rasional terkait perubahan format ini.

"Saya kira KPU harus menjelaskan kepada publik apa sebenarnya alasan akademik dan ilmiahnya. Kenapa debat capres dan cawapres ini berubah dari pemilu sebelumnya," jelasnya seperti dikutip dari Kompas TV, Sabtu 2 Desember 2023.

Baca Juga: Jawaban Menohok Anies Baswedan Soal KPU Hapus Debat Khusus Cawapres

Dia menekankan pentingnya klarifikasi untuk menghindari spekulasi liar yang dapat merugikan kualitas demokrasi Indonesia.

Adi juga menyoroti format debat pada Pemilu 2019 yang dianggapnya cukup ideal.

"Ada pasangan capres dan cawapres hadir dalam dua kali debat, kemudian antar capres dua kali, dan kemudian ada head-to-head antara masing-masing cawapres sehingga publik melihat bagaimana kualitas kepemimpinan di Indonesia," tambahnya.

Ia juga menyinggung potensi munculnya dugaan-dugaan bahwa KPU berupaya menutupi kelemahan salah satu kontestan.

Baca Juga: KPU Buka Suara Soal Keputusan Meniadakan Debat Cawapres pada Debat Pilpres 2024

"Jangan sampai ada dugaan-dugaan liar misalnya KPU ini berupaya untuk menutupi kelemahan salah satu kontestan yang dinilai belakangan ini tidak terlampau mampu untuk menghadapi panggung publik. Ini tidak bagus sebenarnya karena apapun judulnya, publik kan ingin tahu seberapa hebat soal visi misi, seberapa hebat kapasitas calon pemimpin di masa yang akan datang," ungkapnya.

Adi menegaskan bahwa publik tidak ingin memilih "kucing dalam karung" dan berharap bahwa capres dan cawapres yang bertanding memiliki gagasan, narasi besar, dan diskursus yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

"Tentu Pilpres yang kita harapkan di 2024 bukan soal bagaimana ganti presiden dan wakil presiden yang baru tapi tentu kita ingin punya presiden dan wakil presiden yang memiliki portofolio politik yang cukup luar biasa," pungkasnya.

Baca Juga: Debat Capres-Cawapres Dilaksanakan 5 Kali, Berikut Temanya Masing-masing

Adi mengharapkan peran penting KPU dalam menjaga kredibilitasnya terkait penyelenggaraan Pemilu 2024. Sebuah pernyataan terbuka yang rasional diharapkan dapat memberikan klarifikasi yang memadai kepada publik.

Reporter Francisca Wuri Sulistyowati,ST
Editor Hengky Sulaksono