AYOJAKARTA.COM - Pasangan capres-cawapres nomor urut dua, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming mendapat julukan unik dari kaum milenial.
Sementara cawapres Gibran Rakabuming dijuluki sebagai Si Santuy atau sosok tenang, capres Prabowo Subianto dijuluki dengan istilah Si Gemoy atau menggemaskan.
Adanya pemberian julukan bagi pasangan Prabowo Subianto serta Gibran Rakabuming, juga mendapat banyak sorotan dari sejumlah kalangan.
Sejumlah pihak menyebut julukan-julukan bagi pasangan tersebut merupakan bentuk gimmick atau siasat dan kemasan politik untuk mengelabui orang lain.
Menyikapi pemberian julukan kepada pasangan tersebut, Rahayu Saraswati selaku Juru Bicara Tim Pemenangan Prabowo-Gibran memberi tanggapan.
Menurut Rahayu salah satu esensi dari demokrasi adalah perbedaan pendapat, sehingga wajar jika muncul penilaian di tengah masyarakat.
Namun demikian, Saras memandang positif adanya julukan-julukan yang ditujukan kepada pasangan Prabowo-Gibran.
“Kata Gemoy tidak muncul dari konsultan politik atau dari Tim Sukses, kata itu muncul dari masyarakat,” ujar Saras.
Julukan Gemoy bagi capres Prabowo Subianto, menurut Saras muncul secara spontanitas dari kalangan pemilih muda, khususnya generasi Z dan Milenial.
Baca Juga: Waspada! 3 Ciri Utama Orang Jahat, Kenali Tanda-tandanya dan Ikuti Tips Ini untuk Lindungi Diri
Sehingga anggapan sebagian kalangan yang menganggap julukan tersebut merupakan gimmick politik, adalah suatu hal keliru.
Adanya perubahan persepsi kepada Prabowo dari sosok yang sebelumnya dikenal sangat tegas dan mengerikan menjadi menggemaskan, bagi Saras merupakan hal positif.
“Ini hal yang positif, orang yang dikatakan biasanya sangat tegas menakutkan, menjadi orang yang gemoy, itu luar biasa,” terangnya.
Terkait dengan adanya anggapan yang menyebut Prabowo sering menunjukkan tarian-tarian menggemaskan sebagai bagian dari pertunjukkan, Saras kembali menanggapi.
Menurutnya, sosok Prabowo yang terbiasa disiplin dan mandiri merupakan pribadi yang tidak mudah dikendalikan oleh siapapun.
Sehingga kebiasaan baru seperti menari yang sering diperlihatkan olehnya akhir-akhir ini, merupakan bentuk keotentikan Prabowo.
Baca Juga: Prabowo Terima Kunjungan Raffi Ahmad dan Artis Lain, Netizen : Cipung Sudah Turun Tangan Guys
“Semua orang tahu, Pak Prabowo ini nggak bisa disetting, nggak bisa disetir, ini muncul dari beliau secara organik dan itu yang ditangkap oleh masyarakat,” jelas Saras.
Namun demikian, pendapat Saras tentang sikap Prabowo yang dinilainya otentik justru mendapat tanggapan berbeda dari salah satu mantan orang dekat Prabowo.
Menurut Muhammad Iqbal, perilaku yang saat ini sering ditunjukkan Prabowo merupakan hal baru yang sebelumnya sangat jarang diperlihatkan.
Selama mendampingi Prabowo, Iqbal masih dapat mengingat momen dimana pertama kali melihat capres Koalisi Indonesia Maju itu berjoget.
“Pernah berjoget sekali waktu kalah, keluar dari kamar dan joged-joged,” ungkap Iqbal dikutip Ayojakarta pada Jumat, 1 November 2023 dari Metro TV. ***