AYOJAKARTA.COM – Jelang Hari Guru Nasional (HGN) 2023 beberapa waktu lalu, tenaga pendidik di Kota Medan merasakan kebahagiaan bercampur haru.
Hal tersebut terlihat dari wajah ribuan guru honorer yang hadir dalam peringatan HGN 2023 kemarin di Kota Medan.
Kebahagiaan tersebut dikarenakan Wali Kota Medan Bobby Nasution mengumumkan akan menaikkan penghasilan melalui Bantuan Kesejahteraan Guru (BKG).
Kenaikan penghasilan guru tersebut akan diberikan kepada guru honorer di sekolah negeri dan swasta di Kota Medan.
Sebelumnya diketahui, guru honorer di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Medan mulai dari guru PAUD/TK, SD dan SMP akan mendapatkan insentif atau pertambahan penghasilan di luar gaji yakni sebesar Rp 250 ribu per bulannya.
Namun mulai 2024 mendatang, Wali Kota Medan Bobby Nasution memastikan kenaikan insentif guru honorer akan menjadi Rp 400 ribu per bulannya.
"Tambahan honor ini bakal berlaku mulai 2024. Naik dari 250 ribu rupiah jadi 400 ribu rupiah," kata Bobby Nasution.
Hal yang membuat para guru honorer lebih bahagia yakni ketika Bobby Nasution mengungkapkan pembayaran pencairan bantuan tersebut dilakukan setiap bulan bukan per tiga bulan lagi.
"Saya minta bantuan kesejahteraan honor ini nantinya disalurkan setiap akhir bulannya bukan tiga bulan sekali," ucap Menantu Joko Widodo tersebut.
Selaras dengan pernyataan Bobby Nasution, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemko Medan, Benny Sinomba Siregar juga membenarkan hal tersebut.
Dikutip ayojakarta.com dari suara.com pada Kamis (30/11/2023), Benny mengungkapkan selama ini guru honorer baik dari negeri maupun swasta yang berada di bawah naungan Disdik Pemko Medan yaitu guru SD dan SMP mendapatkan gaji pokok dari sekolah masing-masing.
Sedangkan untuk insentifnya nantinya dinaikkan Wali Kota Medan yang bernama Bantuan Kesejahteraan Guru (BKG).
"Benar, Insya Allah pada 2024 BKG itulah yang akan dinaikkan jumlahnya oleh Pak Wali. Dari Rp 250 ribu menjadi Rp 400 ribu. Pak wali juga sudah instruksikan kepada kami agar pembayarannya dilakukan tiap bulan bukan per tiga bulan seperti sebelumnya," tutur Benny.***