News

Data DPT Pemilu 2024 Diduga Berhasil Dibobol Hacker, KPU: Banyak Pihak Yang Memiliki Data DPT Tersebut

Oleh: Salman Muhammad Ilham Rabu 29 Nov 2023, 20:12 WIB
Ilustrasi - Kebocoran data di situs KPU.

AYOJAKARTA.COM - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Hasyim Asy'ari, menanggapi dugaan kebocoran Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024.

Hasyim menyampaikan bahwa data DPT Pemilu 2024 tersebut tidak hanya dimiliki KPU, tetapi juga pihak lainnya.

"Banyak pihak yang memiliki data DPT tersebut, karena memang UU Pemilu mengamanatkan kepada KPU untuk menyampaikan DPT softcopy kepada partai politik peserta Pemilu 2024 dan juga Bawaslu," ucap Hasyim, dikutip dari Suara.com, Rabu (29/11/2023).

Baca Juga: Hacker Jimbo Colong 252 Juta DPT dan Dijual Rp 1,2 M, KPU: Hasil Pemilu Rawan Dimanipulasi

Banyaknya pihak yang memiliki data DPT Pemilu 2024, disampaikan Hasyim memang sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Karena memang UU Pemilu mengamanatkan kepada KPU untuk menyampaikan DPT soft copy kepada partai politik peserta Pemilu 2024 dan juga Bawaslu," ucap Hasyim.

Terkait dengan situs Sidalih yang saat ini maintenance sejak pekan lalu hingga saat ini, Hasyim menyampaikan hal itu dilakukan supaya traffic data lancar.

Baca Juga: KPU Diduga Kebobolan 252 Juta Data Pemilih Tetap (DPT) Pemilu, Begini Cara Hacker Mengambilnya

"Maintenance sudah dilakukan sejak pekan lalu, karena lalu lintas perkembangan input data pindah milih sedang berjalan, supaya traffic data lancar," tuturnya.

Kejadian ini menurut Hasyim butuh penyelidikan lebih lanjut, guna memastikan apakah pembobolan terjadi di pihak KPU atau lainnya.

"Tim KPU dan Gugus Tugas (BSSN, Cybercrime Polri, BIN, dan Kemenkominfo) sedang bekerja menelusuri kebenaran dugaan sebagaimana pemberitaan tersebut (kebocoran data)," ucap Hasyim.

Baca Juga: KPU Akan Gelar 5 Sesi Debat Capres-Cawapres di Beberapa Kota

Sebelumnya, diduga situs KPU berhasil diretas oleh seorang hacker bernama Jimbo, dimana ia menjual data tersebut di situs BreachForums.

Hasil dari peretasan tersebut mengakibatkan kurang lebih 252 juta data  daftar pemilih tetap (DPT) berhasil diambil.

Data yang berhasil Jimbo peroleh adalah NIK, nomor KK, nomor KTP, nomor Paspor, dan data lainnya. 

Jimbo menjual seluruh data tersebut dengan harga 74000 USD atau kurang lebih Rp 1,2 miliar.***

Reporter Salman Muhammad Ilham
Editor Desi Kris