AYOJAKARTA.COM - Belakangan tengah ramai kasus kopi sianida yang mendakwakan Jessica Wongso, padahal sudah tujuh tahun berlalu.
Usai dirilisnya dokumenter Netflix bertajuk Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica Wongso, membuat kematian Mirna Salihin masih menyisakan teka-teki.
Otto Hasibuan adalah pengacara tanah air yang saat ini tengah sigap pada garis pertama pembela Jessica Wongso.
Baca Juga: Dinyatakan Bersalah, Kepribadian Asli Jessica Wongso Terungkap oleh Sosok Ini yang Ternyata...
Diketahui akhir-akhir ini Otto Hasibuan bersama setidaknya 3.800 advokat yang tergabung dalam tim aliansi pembela Jessica Wongso akan membongkar kasus kopi sianida, dan menegakkan keadilan.
Melalui unggahan video TikTok @jawnews, Otto Hasibuan mengungkapkan perasaan bertanya-tanya mengapa pemilik Kafe Olivier yang menjadi tempat jejadian peristiwa (TKP) kematian Mirna Salihin, tidak diperiksa dan diajukan dalam persidangan.
"Saya bertanya-tanya terus terang aja, ini belum pernah terungkap dalam podcast manapun. Sampai sekarang tidak pernah diperiksa diajukan di persidangan pemilik dari Olivier, aneh kan?," kata Otto Hasibuan.
Baca Juga: Pengacara Senior Ini 'Turun Gunung' Buka Keadilan Kasus Kopi Sianida: Jessica Wongso adalah Korban!
"Di Bali kemarin ada satu kasus, meninggal satu orang karena lift yang rusak, yang diperiksa pemilik dulu, ownernya dulu, nah ownernya ini nggak pernah diperiksa, owner Olivier, ada apa? Padahal dialah yang bisa menjelaskan tentang CCTV ini, karena nggak mungkin CCTV bisa diambil tanpa izin daripada si owner. Itu hal yang terus terang sangat mengganggu pikiran saya," tambahnya.
Kendati demikian, melansir laman Suara.com, ternyata pemilik Kafe Olivier sempat mencicipi sisa kopi vietnam milik Mirna Salihin.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti, menjelaskan pemilik Kafe mencicipi sisa kopi vietnam dan ada yang mencurigakan dalam es kopi tersebut.
"Pemilik cafe mencicipinya, dia pakai sedotan diletakkan di tangannya terasa kebas, dia juga minum sedikit, terus setengah jam kemudian terasa mual, dan pemilik cafenya muntah-muntah," kata Krishna Murti.
Berdasarkan keterangan pemilik kafe, proses penyajian kopi dilakukan sesuai prosedur dan diawasi.
Maka, mustahil es kopi vietnam tersebut kemasukan racun saat proses pembuatan.
"Kopinya itu dibuat langsung di depan customer," ungkap Krishna.
Meski begitu, hingga saat ini garis pembela Jessica Wongso akan melakukan berbagai upaya langkah hukum untuk membongkar kembali kasus kopi sianida.
Terbaru, tim aliansi advokat sudah melaporkan salah satu hakim yang menangani kasus Jessica Wongso ke Komisi Yudisial dan Bawas Mahkamah Agung. ***