AYOJAKARTA.COM – Mendekati pelaksanaan waktu Pemilu, kubu pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD dikabarkan mengalami sejumlah kendala.
Selain pencabutan sejumlah atribut partai di sejumlah wilayah, kubu pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD juga disorot karena didatangi sejumlah petugas kepolisian.
Adanya sejumlah kabar yang menyudutkan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD, disikapi oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto sebagai upaya penjegalan.
Baca Juga: Garda Matahari Resmi Dukung Pasangan AMIN di Pilpres 2024
Terkait dengan anggapan adanya upaya penjegalan terhadap pasangan Ganjar-Mahfud, kubu Anies-Muhaimin juga telah lebih dahulu menyampaikan penilaian.
Menanggapi pernyataan yang disampaikan Sekjen PDIP terkait penjegalan, Politisi PDIP Guntur Romli memberikan tanggapan.
Menurut Guntur, pernyataan yang disampaikan Sekjen PDIP tidak terlepas dari serangkaian peristiwa di tubuh PDIP.
Baca Juga: Mahfud MD Dilaporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Curi Kampanye, Awaslu: Belum Waktunya Kampanye
“Kami mengalami tekanan-tekanan, intimidasi dan provokasi, misalnya dari pencabutan baliho, kedatangan aparat kepolisian ke beberapa kantor PDIP,” ungkap Guntur.
Guntur menambahkan, bentuk intimidasi yang dialami PDIP bukan saja menyangkut persoalan atribut tetapi juga ke persoalan lain.
Dalam keterangannya kepada awak media, Guntur menyebut perkara yang kini tengah dialami oleh PDIP.
“Yang terbaru, di belakang kantor DPP PDIP sudah dibangun posko Prabowo-Gibran yang nempel, menurut saya ini bentuk lain dari provokasi,” imbuh Guntur.
Karena itu, Guntur kemudian mempertanyakan maksud dari pendirian posko tersebut yang tidak bersih dari aktivitas.
Terkait dengan upaya penjegalan, Guntur juga mempertanyakan esensi yang dialami oleh pasangan Anies-Muhaimin terkait larangan hadir di UGM.
Adanya sejumlah kendala yang dialami oleh pasangan capres-cawapres menjelang Pemilu, menurut Guntur merupakan bentuk intervensi.
“Kita melakukan protes untuk tindakan-tindakan seperti itu,” keluh Guntur setelah sebelumnya mengkritisi adanya mobilisasi aparatur negara bertajuk Desa Bersatu.
Baca Juga: Besaran UMP 2024 di 10 Provinsi di Pulau Sumatera, Siapa yang Naik Paling Kecil
Lebih lanjut, Guntur menyayangkan sikap Bawaslu yang dinilainya kurang responsif sehingga tidak dinilai sebagai suatu pelanggaran.
“Ini yang menjadi keprihatinan kita, padahal kita mau sama-sama ingin Pemilu yang Jurdil yang Luber, tapi inilah fakta-fakta yang ada di lapangan,” imbuhnya.
Anggapan adanya penjegalan yang kini tengah dialami pasangan Ganjar-Mahfud, menurut Guntur bukan bagian atau strategi PDIP untuk lebih dekat dengan kubu Amin.
Baca Juga: SBY Bocorkan Alasannya Dukung Prabowo Subianto di Pilpres 2024, Puji Pengetahuan dan Wawasan
Guna mempersiapkan pemilu yang luber dan jurdil, menurut Guntur perlu dilakukan dengan cara terus melakukan komunikasi dengan tim masing-masing calon.
“Kita sama-sama ingin memastikan bahwa pemilu ini harus menghasilkan produk yang berkualitas,” ungkap Guntur.
Karenanya untuk dapat menuju pencapaian tersebut, Guntur perlu memastikan peran seluruh pihak dalam memastikan transparansi dan integritas setiap pasangan.
Demikian seperti dikutip Ayojakarta pada Selasa, 21 November 2023 dari kanal Youtube tvOneNews. ***