AYOJAKARTA.COM - Klaim mengenai keaslian ijazah Presiden Joko Widodo terus menjadi perdebatan, dengan beberapa pihak mengemukakan argumen yang mendukung anggapan bahwa ijazah tersebut palsu.
Terutama setelah netizen mempertanyakan penggunaan font Times New Roman pada dokumen yang diterbitkan tahun 1985.
Isu ini muncul setelah beberapa akun di media sosial menyoroti bahwa font tersebut baru tersedia secara resmi dengan peluncuran Windows 3.1 pada tahun 1992.
Sebagaimana cuitan Wikipedia yang menyatakan bahwa Times New Roman adalah jenis huruf yang dipesan oleh surat kabar Inggris, The Times, pada tahun 1931, dan baru didistribusikan oleh Microsoft di Windows pada tahun 1992.
Baca Juga: Kabar Baik! Pencairan PKH dan BPNT Tahap 2 Tahun 2025 dengan Bantuan Tambahan untuk KPM Tervalidasi
Fakta ini tentunya sangat berbeda jauh dengan periode ijazah Jokowi yang dirilis pada tahun 1985.
Pemakaian font times new roman pada teks ijazah tersebut menimbulkan keraguan tentang keabsahan ijazah tersebut.
Dikutip dari kanal YouTube tvOneNews, Rabu (19/3/2025) Ahli forensik digital, Rismon Hasiholan Sianipar, menegaskan bahwa tidak mungkin ijazah Jokowi menggunakan font Times New Roman pada tahun 1985, dan menyebut bahwa ijazah itu "100 miliar persen palsu."
Ia juga mencatat bahwa nomor seri pada ijazah tersebut janggal dan tidak sesuai dengan format yang umum digunakan di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada waktu itu.
Namun, klaim ini telah dibantah oleh Universitas Gadjah Mada (UGM), yang menegaskan keaslian ijazah Jokowi.
Rektor UGM, Ova Emilia, menyatakan bahwa Jokowi adalah alumni Fakultas Kehutanan UGM dan lulus pada tahun 1985, dengan semua dokumentasi akademik terkait terdokumentasi dengan baik
Perdebatan ini semakin viral di media sosial, dengan banyak netizen memberikan komentar lucu dan skeptis mengenai keaslian dokumen tersebut.
Beberapa netizen bahkan berargumen bahwa jika benar Jokowi menggunakan font tersebut pada tahun 1985, maka itu menunjukkan keunikan tersendiri dalam sejarah penggunaan font di Indonesia.
Beberapa bahkan berargumen bahwa jika benar Jokowi menggunakan font tersebut sebelum dirilis secara resmi, maka ia seolah menjadi penemu font Times New Romans. ***