AYOJAKARTA.COM -- Elektabilitas Calon Presiden dan Wakil Presiden dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka meroket.
Hal itu dilihat dari hasil lembaga survei LSI Denny JA, bahwa pasangan Prabowo-Gibran saat ini tembus di angka 40 persen.
Naiknya elektabilitas pasangan Prabowo-Gibran juga dikaitkan dengan kampanye Gemoy yang ditujukan kepada Prabowo Subianto.
Selain itu, pasangan ini juga siap melanjutkan program Presiden RI Joko Widodo jika terpilih nanti.
Baca Juga: Dorong Keterlibatan Anak Muda, Anies Baswedan: Jangan Jadi Penonton dan Golput
Direktur LSI Denny JA, Adjie Alfaraby mengatakan hasil survei dari LSI Denny JA selisih hasil survei pasangan Prabowo-Gibran semakin jauh meninggalkan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
"Baru sebulan lalu survei kita menunjukan bahwa Prabowo dan Ganjar selisihnya hanya satu hingga dua persen. Namun sekarang selisihnya makin menjauh hingga belasan persen," kata Adjie Alfaraby dikutip ayojakarta.com dari YouTube tvOneNews pada Selasa 21 November 2023.
"Jadi pasangan Prabowo-Gibran memiliki angka sebesar 40,3 persen, Ganjar-Mahfud 28,6 dan Anies-Muhaimin 20,3 persen," ungkapnya.
Baca Juga: Optimis Menang Pilpres 2024, Cak Imin Sebut Hasil Survei Bukan Hanya Naik tapi Lompat Tinggi
Sementara itu, elektabilitas Ganjar-Mahfud menurun dalam beberapa survei terakhir karena pendukung dan loyalis Joko Widodo telah pindah ke pasangan lain.
Selain itu, turunnya elektabilitas Ganjar-Mahfud juga karena Ganjar Pranowo mengkritik pemerintahan Joko Widodo terlebih setelah Gibran Rakabuming Raka memutuskan maju di Pilpres 2024 menjadi cawapres Prabowo Subianto.
Kemudian, elektabilitas Anies-Muhaimin ikut terdongkrak, ada sekitar 40,2 persen pemilih Ganjar beralih memilih Anies Baswedan.
Selain itu pemilih Anies Baswedan juga naik di kalangan terpelajar seperti mahasiswa dan akademisi.***