AYOJAKARTA.COM - Setelah sempat mengalami sejumlah kendala, M. Husein yang merupakan Aktivis Indonesia untuk Palestina berhasil tiba di tanah air.
Setelah melewati rumitnya proses evakuasi yang dialami, M. Husein merasa bersyukur bisa meninggalkan zona konflik di Palestina.
Meski mengaku senang berada di Indonesia, tetapi M. Husein masih belum sepenuhnya bisa melupakan para kerabatnya yang masih berjuang di Palestina.
“Alhamdulillahi, tapi saya selalu tekankan, raga saya mungkin di Indonesia, tetapi hati dan jiwa saya masih tertinggal di Gaza sampai detik ini,” ungkap Husein.
Hal yang sama tentang perasaan jauh dari kerabat juga dialami oleh Jinan Muslim, istri M. Husein yang merupakan warga Palestina.
Demi masa depan anak-anak agar menjadi lebih baik, meski berat ia harus bersedia meninggalkan keluarga di tengah-tengah situasi penuh konflik.
Menjalani kehidupan di tengah zona perang seperti Gaza, menurut Husein bukanlah hal yang bagus untuk dijadikan pilihan.
Selain selalu dihantui perasaan mencekam, situasi perang yang dirasa selalu saja mengingatkan tentang datangnya kematian.
Baca Juga: Diskusi dengan Kiai Kampung, Prabowo Paparkan Program untuk Majukan Indonesia, Apa?
“Ada kekhawatiran, bahwa keberadaan kami di Gaza adalah sedang menunggu giliran kami untuk dib*nuh, untuk terkena bom,” jelas Husein.
Husein menambahkan bahwa di Gaza tidak lagi tersisa tempat yang aman, karena setiap jengkal tanahnya berpotensi untuk diserang.
Kehidupan manusia di zona perang sebagaimana di Gaza, menurut Husein merupakan sesuatu yang tidak bisa dipastikan keamanannya.
Sebab serangan mendadak yang tidak menentu tersebut bisa terjadi kapanpun, dan mengakibatkan begitu banyak kematian.
“Teman-teman saya sudah banyak yang meninggal, tetangga kami banyak yang meninggal, teman istri saya banyak yang meninggal,” ungkap Husein.
Selain meninggalkan rasa trauma mendalam, Husein juga mengaku tidak bisa berbuat banyak ketika istri dan anak-anaknya sempat mengalami dampak serangan.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Seberapa dalam Kamu Mengenal Pasangan? Temukan Jawabannya di Sini!
Perempuan dan anak-anak serta warga sipil yang hidup di Gaza, menurut kesaksian Husein menjadi korban paling banyak mengalami kematian.
“Bahkan hari yang sama ketika kami evakuasi, ada 11 kerabat istri saya meninggal, diantaranya anak sepupunya,” imbuh Husein.
Sejak berada di Indonesia, Husein memutuskan untuk berusaha mengembalikan keceriaan anak-anaknya yang sempat hilang akibat perang.
Dukungan terhadap kondisi kesehatan Husein juga telah ditunjukkan oleh keluarganya yang memintanya untuk beristirahat.
Namun demikian, Husein lebih memilih untuk tidak memanjakan diri mengingat konflik di Palestina yang masih belum reda.
“Saya tidak akan beristirahat selama saudara saya di Gaza berjuang dan terbunuh,” pungkasnya dikutip Ayojakarta pada Minggu, 19 November 2023 dari Metro TV. ***