News

Mantan Politisi PDIP Mendadak Diungkap ke Tengah Publik, Apakah Ketua KPK Firli Bahuri Kini Mulai Berpolitik?

Oleh: Karseno AJ Jumat 17 Nov 2023, 21:21 WIB
Di tengah maraknya pemberitaan terkait kasus dugaan tindak pidana pemerasan yang dilakukan Ketua KPK Firli Bahuri, manuver terjadi.

AYOJAKARTA.COM – Setelah beberapa kali mangkir dari undangan pihak kepolisian, Ketua KPK Firli Bahuri akhirnya datang memenuhi panggilan.

Dari sejumlah pemanggilan, Ketua KPK Firli Bahuri juga berulang kali meminta penjadwalan ulang dengan berbagai alasan.

Dalam pemanggilan sebelumnya, Ketua KPK Firli Bahuri sempat beralasan tidak hadir karena bentrok dengan agenda pemeriksaan bersama Dewan Pengawas KPK.

Namun saat yang bersamaan, Ketua KPK justru tidak berada di tempat yang menjadi alasan ketidak hadirannya menemui kepolisian.

Pada konferensi pers yang dilakukan KPK pada 14 November 20203 lalu, Firli tampak mengumumkan tentang OTT pejabat di Sorong.

Di tengah maraknya pemberitaan terkait kasus dugaan tindak pidana pemerasan yang dilakukan Ketua KPK Firli Bahuri, manuver terjadi.

“Saya menandatangani surat perintah penangkapan dan pencarian terhadap HM, jadi kita mencari sampai tertangkap,” ungkap Firli saat jumpa pers.

Ketua KPK Firli Bahuri justru membuka berkas korupsi Harun Masiku, mantan kader PDIP yang terlibat kasus suap terhadap Komisioner KPU, Wahyu Setiawan.

Baca Juga: Tutupi Muka, MAKI Sebut Firli Bahuri Memalukan dan Cemen

Selain menandatangani pencarian terhadap Harun Masiku, Firli juga menuding Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Karyoto telah mengabaikan laporan.

Hal tersebut terjadi saat dirinya masih menjabat sebagai Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Terkait dengan perilaku yang ditunjukkan selama pemeriksaan, Ian Iskandar selaku Kuasa Hukum Firli Bahuri memberi tanggapan.

Menurut Ian, tidaklah benar jika kliennya sengaja mengulur-ulur waktu atau sengaja mangkir dari pemanggilan.

“Ya karena pada saat yang bersamaan ada kegiatan, jadi Beliau selaku pimpinan KPK memprioritaskan kegiatan yang sudah terjadwal,” jelas Ian.

Lebih lanjut, Ian menambahkan bahwa kliennya selalu melakukan komunikasi dan mengkonfirmasi saat menghalangi hambatan sehingga tidak bisa hadir.

Pernyataan berbeda terkait ketidakhadiran dan perilaku Firli juga ditanggapi oleh Mantan Penyidik Senior KPK, Yudi Purnomo.

Menurut Yudi, langkah-langkah Firli Bahuri merupakan bentuk kepanikan terhadap persoalan yang kini terjadi.

“Saya melihat bahwa ini semacam kepanikan, sehingga ketika panik apapun itu akan dilakukan termasuk menjadikan KPK sebagai tameng,” jelas Yudi.

Baca Juga: Hadir Lebih Awal dari Jadwal, Bagaimana Nasib Ketua KPK Firli Bahuri setelah Menjalani Pemeriksaan Lanjutan?

Yudi menambahkan, tidak hadirnya Firli Bahuri setiap kali dilakukan pemanggilan dengan mengatasnamakan tugas merupakan bentuk kepanikan.

Adanya nama Harun Masiku yang tiba-tiba keluar di tengah kasus dugaan pemerasan, disikapi Yudi sebagai bentuk kejanggalan.

“Kenapa Harun Masiku yang disebut, ini ada apa, apa Firli berpolitik?” ungkap Yudi dikutip Ayojakarta pada Jumat, 17 November 2023 dari tvOneNews.

Reporter Karseno AJ
Editor Aris Abdulsalam