News

Tanggapi Soal Fatwa Boikot Produk yang Dukung Israel, Quraish Shihab: MUI Harus Berpikir dan Memilah Sebelum Menentukan

Oleh: Dyah Arum Ratri Jumat 17 Nov 2023, 13:12 WIB
Quraish Shihab

AYOJAKARTA.COM – Perang yang sedang terjadi antara Israel dan Palestina hingga kini terus menjadi perhatian dunia.

Tak terkecuali Indonesia yang juga terus menyuarakan dukungan untuk Palestina, salah satunya dengan melakukan boikot terhadap berbagai produk yang mendukung Israel.

Bahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwa Nomor 83 Tahun 2023 tentang Hukum Dukungan terhadap Perjuangan Palestina.

Dalam fatwa tersebut, seluruh umat Islam direkomendasikan agar semaksimal mungkin menghindari untuk menggunakan produk yang terafiliasi dengan Israel.

“Umat Islam diimbau untuk semaksimal mungkin menghindari transaksi dan penggunaan produk yang terafiliasi dengan Israel serta yang mendukung penjajahan dan zionisme,” tegas Asrorun Niam Sholeh selaku Ketua MUI Bidang Fatwa dikutip ayojakarta.com dari laman NU Online pada Kamis (16/11/2023).

Baca Juga: Kepastian Gabungnya Susi Pudjiastuti dalam Timnas AMIN Akhirnya Terjawab, Sudirman Said Beri Bocoran Ini!

Namun rupanya fatwa yang dikeluarkan MUI ini kemudian direspons dari berbagai tokoh penting, salah satunya Prof Muhammad Quraish Shihab.

Diketahui, ulama tafsir Alquran Prof Muhammad Quraish Shihab juga terus mengikuti perkembangan perang antara Israel dan Palestina yang kini sedang terjadi.

Dalam menanggapi perihal boikot berbagai produk terafiliasi Israel yang kini dianjurkan MUI tersebut, pendiri Pusat Studi Alquran tersebut bercerita demikian.

Muhammad Quraish Shihab menceritakan jika pada hari sebelumnya ada seorang pengusaha yang mendatangi dirinya.

Baca Juga: Soal Isu Jokowi Gabung PSI Usai Masa Jabatannya Habis, Kaesang Pangarep: Pak Presiden Adalah Kader PDIP

Pengusaha tersebut lantas bercerita jika boikot tersebut menyebabkan penjualannya menurun drastis bahkan hingga 60 persen padahal pegawainya banyak yang muslim.

“Pak Quraish, saya diboikot, 60 persen penjualan saya menurun,” tutur Quraish Shihab menirukan pernyataan pengusaha tersebut.

“Saya itu beri gaji orang-orang muslim, bahan-bahan yang saya buat itu dari bahan-bahan yang ada dalam negeri, apa saya juga harus diboikot?” lanjutnya lagi.

Ayah Najwa Shihab tersebut lantas mengatakan problem yang dialami oleh pengusaha tersebut sebagai dampak dari boikot adalah salah satu contoh.

“Bagaimana? Ini kan problem,” tutur Quraish Shihab.

Baca Juga: Dihadapan Mahasiswa Andalas, Cawapres Mahfud MD Singgung Soal Dinasti Politik di Indonesia: Demokrasi Tanpa..

Sebab itu, Quraish Shihab lantas mengatakan seharusnya MUI lebih berpikir lagi sebelum menentukan soal boikot tersebut.

“Jadi mestinya yang kita boikot itu, saya katakana: kita harus berpikir,” ujar Quraish Shihab.

“MUI yang mengeluarkan fatwa itu harus berpikir menentukan, ini yang kita boikot, ini tidak,” imbuhnya.

Baca Juga: Momen Rosi Silalahi Buka Kartu AS Binsar Gultom saat Wawancara, Sebut Jessica Wongso Bisa Dihukum Meski Tanpa Saksi

Tak hanya itu, Quraish Shihab juga menyoroti soal berbagai daftar produk yang beredar di internet, di mana menurutnya tak semua harus diboikot.

“Nah, pada dasarnya kita harus memboikot yang jelas-jelas membantu Israel yang tidak, kita harus berhitung dong apakah dia lebih rugi atau kita lebih rugi?” jelasnya.

“Tetapi boikot perlu dan banyak yang perlu diboikot, hanya saja kita perlu teliti apakah produk ini tidak perlu diboikot," pungkasnya.***

Reporter Dyah Arum Ratri
Editor Fathul Amanah