News

Elektabilitas Prabowo Turun Pasca Pilih Gibran Rakabuming Jadi Cawapres, Masyarakat Hilang Kepercayaan?

Oleh: Fitri Nurjanah Selasa 14 Nov 2023, 16:31 WIB
Elektabilitas Prabowo mengalami penurunan setelah dideklarasikannya Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres.

AYOJAKARTA.COM – Lembaga survey Indikator Politik Indonesia menunjukkan hasil survei capres dan cawapres terbarunya, yang dilakukan selama bulan Oktober 2023.

Elektabilitas Prabowo mengalami penurunan setelah dideklarasikannya Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres. Elektabilitas dari pasangan capres dan cawapres ini menempati angka 39,7 persen.

Pasalnya dengan angka tersebut jauh berbeda dengan pasangan capres dan cawapres lain yang mengalami peningkatan. Pasangan Ganjar–Mahfud mendapatkan elektabilitas 30,0 persen, sedangkan Anies–Cak Imin 24,4 persen.

Meski Prabowo–Gibran mendapatkan elektabilitas yang cukup tinggi dibandingkan dengan kandidat yang lain. Namun, angka tersebut tidak menunjukkan kenaikan yang signifikan.

“Nah, Mas Gibran per hari ini kalau kita lihat simulasi pasangan kelihatan menurun, tapi turunnya tidak signifikan,” ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi, dikutip Ayojakarta.com dari Republika.co.id, Selasa, 14 November 2023.

Baca Juga: Digugat Rp 204 Triliun oleh Alumni UNS, Gibran Rakabuming Tanggapi Santai

Burhan menjelaskan bahwa Gibran yang berpasangan dengan Prabowo Subianto dapat menjadi aset elektoral untuk meningkatkan suara Prabowo di Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Begitupun sebaliknya, Gibran juga dapat menjadi beban yang cukup berat bagi Prabowo dan Koalisi Indonesia Maju (KIM). Karena melihat keputusan dipilihnya Gibran sebagai cawapres, melalui adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang kontroversial.

“Isu politik dinasti dan narasi mahkamah keluarga sudah kencang digaungkan koalisi masyarakat sipil, baik di media massa arus utama maupun diskusi netizen di media sosial,” katanya.

Baca Juga: Keabsahan Duet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Dipertanyakan, Gibran: Tidak Ada Itu Arah Baru dan Perubahan

Sebelumnya, Indikator Politik Indonesia telah melakukan surveI pada 27 Oktober hingga 1 November 2023. Jumlah responden dalam surveI kali ini sebanyak 1.220 orang, yang populasinya merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang sudah memiliki hak pilih.

Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Dengan adanya metode tersebut, memiliki toleransi kesalahan atau margin of error sebesar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Reporter Fitri Nurjanah
Editor Aris Abdulsalam