AYOJAKARTA.COM - Lembaga survei Indo Barometer merilis hasil survei terbarunya pada Minggu, 12 November 2023. Survei tersebut menunjukkan bahwa elektabilitas pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka unggul dari pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD dan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.
Dalam simulasi pasangan capres dan cawapres, Prabowo-Gibran memperoleh elektabilitas sebesar 34,2 persen. Sementara Ganjar-Mahfud hanya memperoleh 26,2 persen, dan Anies-Muhaimin 18,3 persen. Sebanyak 21,3 persen responden menyatakan belum memilih, belum memutuskan, tidak menjawab, ataupun merahasiakan pilihannya.
Menurut peneliti Indo Barometer, Christopher Nugroho, ada tiga alasan utama mengapa Prabowo-Gibran unggul dari rival-rivalnya. Pertama, Prabowo Subianto merupakan sosok yang paling dikenal dan disukai oleh masyarakat. Kedua, Prabowo dinilai memiliki kepribadian dan kemampuan yang lebih unggul dari kandidat lain. Ketiga, alasan paling dominan memilih presiden saat ini adalah tegas dan berani.
"Prabowo Subianto merupakan sosok yang paling dikenal dan disukai oleh masyarakat. Berdasarkan survei kami, Prabowo dikenal oleh 97,1 persen responden dan disukai oleh 54,5 persen responden," kata Christopher dalam pemaparan hasil surveinya.
"Selain itu, Prabowo dinilai memiliki kepribadian dan kemampuan yang lebih unggul dari kandidat lain. Berdasarkan survei kami, Prabowo dinilai memiliki kepribadian yang tegas dan berani, serta memiliki kemampuan untuk memimpin negara," lanjut Christopher.
"Terakhir, alasan paling dominan memilih presiden saat ini adalah tegas dan berani. Berdasarkan survei kami, 63,7 persen responden memilih presiden yang tegas dan berani," pungkas Christopher.
Hasil survei Indo Barometer ini menunjukkan bahwa Prabowo-Gibran memiliki peluang yang cukup besar untuk menang dalam Pilpres 2024. Jika elektabilitas Prabowo-Gibran tetap stabil hingga hari pemungutan suara, maka pasangan ini berpotensi untuk menang dalam satu putaran.
Baca Juga: Sindir Presiden Jokowi? Anies Baswedan Sebut Tidak Akan Calonkan Anaknya dalam Kontestasi Politik
Namun, perlu diingat bahwa hasil survei ini masih bersifat sementara dan masih bisa berubah. Masih ada waktu sekitar delapan bulan lagi sebelum Pilpres 2024 digelar. Selama waktu tersebut, masih banyak hal yang bisa terjadi yang dapat mempengaruhi elektabilitas para kandidat.