News

Anies Baswedan Kritisi Peningkatan Kualitas SDM Alami Keterlambatan dalam Satu Dekade Terakhir

Oleh: Sahdan Maulana Jumat 10 Nov 2023, 13:28 WIB
Anies Baswedan (Republika)

AYOJAKARTA.COM -- Bacapres dari Koalisi Perubahan, Anies Baswedan mengkritisi peningkatan kualitas SDM di Indonesia yang alami keterlambatan dalam satu dekade terakhir.

Anies mengungkapkan hal tersebut usai menghadiri Rakernas LDII di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis (9/11/2023).

Anies mengatakan bahwa keterlambatan peningkatan kualitas SDM di Jawa dan Sumatera lebih cepat daripada kawasan lain.

Baca Juga: Ditanya Soal Putusan MKMK, Prabowo Subianto: Tanya MK Sana Lah!

"Tadi dipaparkan, kita selama satu dekade ini ada keterlambatan dalam peningkatan kualitas SDM kita. Bagaimana IPM di Jawa dan Sumatera itu satu dekade lebih cepat daripada di kawasan yang lain," kata Anies.

Dalam paparannya, Anies menjelaskan IPM di Sumatera dan Jawa naik dari 69,83 di 2013 menjadi 74,19 pada 2022. Sementara IPM di Indonesia kawasan Timur baru menyentuh 69,47 di tahun 2022.

Anies memaparkan bahwa IPM di Sumatera dan Jawa naik dari 69,83 di 2013 menjadi 74,19 pada 2022.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Berpesan Ketua MK Baru Suhartoyo Dapat Kembalikan Marwah MK Seperti Semula: Selamat Bekerja!

Sementara IPM di Indonesia bagian Timur hanya menyentuh 69,47 saja di tahun 2022.

"Lihat angkanya, Sumatera dan Jawa (indeksnya) 69,83 di tahun 2013, sekarang di ujung paling kanan di kawasan timur (Indonesia) itu tahun 2022 (indeksnya baru mencapai 69,47)," ujar Anies.

Anies mengungkapkan kekhawatirannya apabila ketimpangan ini terus dibiarkan, maka hal tersebut akan semakin meluas.

Baca Juga: Anwar Usman Dicopot dari Ketua MK, Jubir Anies Tantang Prabowo Ganti Gibran dari Cawapres: Kalau Jantan Ganti!

"Artinya telatnya berapa? 1 dekade. Kalau kita biarkan terus ini tidak ada keseriusan maka ketimpangan itu akan menjadi makin meluas," kata Anies.

Anies kemudian menyebut, data kualitas SDM ini disampaikan dalam Rakernas LDII agar organisasi tersebut bisa ikut ambil bagian untuk meningkatkan kualitas manusia di bagian timur Indonesia.

"Kenapa ini kami sampaikan, supaya organisasi-organisasi seperti juga LDII itu ikut di dalam meningkatkan kualitas manusia kita khususnya di kawasan tertinggal, supaya sejalan dengan apa yang dikerjakan dan dibutuhkan oleh negara," imbuh Anies.

Baca Juga: Disebut Ada 2 Bacaleg PDIP Mundur Karena Dukung Pasangan Capres dan Cawapres Prabowo-Gibran, Benarkah?

Anies sendiri lebih senang menggunakan istilah 'kualitas manusia' dibandingkan dengan SDM atau Sumber Daya Manusia.

Menurutnya, penggunaan istilah 'kualitas manusia' memiliki konteks yang lebih luas dibandingkan dengan SDM.

"Sementara kita semua sedunia sudah mulai berpandangan pembangunan kualitas manusia, bukan pembangunan sumber daya manusia. Sehingga konteksnya lebih luas," kata Anies.

Baca Juga: Ganjar-Mahfud MD Janjikan 7 Program di Bidang Pembangunan Ekonomi, Ada Desa Bisa Naik Kelas?

Dia juga mengungkapkan bahwa kualitas manusia bisa berdampak terhadap ketimpangan yang ada di Indonesia.

"Makin tinggi kegiatan manusia maka makin tinggi pula kondisi kesejahteraan, kondisi kemakmuran dari sebuah bangsa," ucapnya.***

Reporter Sahdan Maulana
Editor Hengky Sulaksono