AYOJAKARTA.COM -- Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (ratas) pada Minggu, 16 Maret 2025, di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Meskipun hari libur, Prabowo memanggil sejumlah menteri untuk menghadiri pertemuan di ruang perpustakaan pribadinya guna membahas percepatan hilirisasi nasional.
Percepatan hilirisasi nasional ini berfokus pada sektor-sektor strategis, termasuk mineral, batubara, akuakultur, pertanian, dan perkebunan.
Baca Juga: Fix! iPhone 16 Segera Dijual di Indonesia, Menteri Hilirisasi Bocorkan Jadwal Perilisannya
Dilansir Ayojakarta.com dari kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Senin, 17 Maret 2025, dalam rapat tersebut, Presiden dan para menteri mengevaluasi progres proyek-proyek hilirisasi yang diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi saja.
Lebih lanjut, proyek-proyek tersebut juga dapat menciptakan lapangan kerja baru serta menurunkan impor dan meningkatkan ekspor.
Kepala Badan Pelaksana (CEO) BPI Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa Prabowo menekankan pentingnya proyek-proyek tersebut harus melibatkan masyarakat lokal, seperti petani, petambak, dan pelaku usaha di daerah sekitar.
“Kami melihat bahwa dampak yang diharapkan tidak hanya dari segi ekonomi, tetapi juga dalam penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kompetitivitas nasional. Hal ini disampaikan oleh Presiden sebagai bagian dari upaya menurunkan impor dan meningkatkan ekspor,” kata Rosan Roeslani.
Rapat terbatas ini juga menyoroti perlunya pemerataan investasi di seluruh wilayah Indonesia, agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata dari Sabang hingga Merauke.
Diskusi mendalam mengenai strategi pengembangan dan evaluasi proyek-proyek hilirisasi menjadi agenda utama, dengan harapan dapat mendorong kemajuan sektor-sektor strategis secara menyeluruh.
Beberapa menteri yang hadir dalam rapat tersebut antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiyono, CIO Danantara Pandu Sjahrir, dan COO Danantara Dony Oskaria.
Selain itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Pertanian Amran Sulaiman beserta Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto turut ambil bagian dalam rapat tersebut.
Dalam pernyataannya, Prabowo menegaskan bahwa percepatan hilirisasi nasional bukan hanya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga harus membawa manfaat nyata bagi masyarakat lokal.
“Proyek-proyek ini harus menjadi sarana untuk melibatkan masyarakat secara langsung. Dengan demikian, hasil pembangunan tidak hanya terasa di pusat, tetapi juga di daerah-daerah yang selama ini kurang mendapatkan perhatian,” jelas Presiden.
Rapat terbatas di kediaman Hambalang ini berlangsung dalam suasana yang tertutup, dengan pembahasan yang bersifat strategis dan evaluatif terhadap berbagai proyek hilirisasi nasional.
Pemerintah diharapkan dapat mengambil langkah konkrit untuk mengatasi tantangan di sektor-sektor tersebut, sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin merata.
Dengan adanya rapat ini, pemerintah menunjukkan komitmennya untuk mendorong reformasi dan percepatan pembangunan di seluruh sektor strategis, terutama dalam konteks upaya meningkatkan daya saing nasional dan kesejahteraan masyarakat.
Rapat terbatas di Hambalang ini menjadi salah satu indikasi bahwa pemerintah, melalui Presiden Prabowo, serius dalam mengakselerasi transformasi ekonomi melalui penguatan hilirisasi nasional.***