AYOJAKARTA.COM – Capres koalisi Perubahan untuk Persatuan Anies Baswedan kembali menyapa pendukungnya di Aceh Utara, Aceh.
Menemui sejumlah tokoh besar ulama dan kharismatik rakyat Aceh, Anies Baswedan juga akan menggelar acara dzikir dan sholawat.
Selain menggelar acara dzikir dan sholawat, kedatangan Anies Baswedan juga dalam rangka memperingati perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang masih marak di Aceh.
Baca Juga: Dari Tanah Pejuang, Anies dan 1.000 Milenial Aceh Kirimkan Doa Bagi Palestina
Dalam kegiatan yang berlangsung di Lapangan Bumi Gas tersebut, acara diisi dengan pelantikan Timnas Pemenangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar Provinsi Aceh.
Bukan saja partai besar berskala nasional, sejumlah partai lokal di Aceh juga secara resmi menyatakan dukungan bagi pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.
Partai Adil Sejahtera, Partai Darul Aceh serta Partai Suara Independen Rakyat Aceh secara resmi mendukung duet Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.
Baca Juga: Nasdem Rilis 4 Perubahan Paradigma di Visi Misi Anies Baswedan dan Cak Imin, Apa Saja?
Deklarasi dukungan tersebut merupakan hal penting, mengingat partai-partai lokal tersebut juga memiliki basis pendukung yang cukup luas di kalangan masyarakat Aceh.
Pada kesempatan tersebut, Anies mendapat sambutan meriah dari para peserta acara yang datang secara mandiri dari berbagai wilayah di Aceh.
Menurut para peserta yang hadir tanpa dimobilisasi tersebut, kedatangan mereka menemui Anies merupakan keinginan untuk ikut ambil bagian dalam perubahan.
Baca Juga: Analisis Pengamat: Identitas NU Mahfud Belum Berpengaruh pada Elektabilitas Ganjar
Berpidato di hadapan masyarakat Aceh, Anies mengingatkan betapa mengagumkannya daya juang yang merupakan warisan karakter rakyat Aceh.
Karakter pejuang tersebut tercermin melalui fakta sejarah, dimana Belanda selalu mengalami kesulitan setiap kali berusaha mendekati Aceh.
Dikenal sebagai masyarakat yang tidak mudah menyerah serta tidak takut kalah, rakyat Aceh menurut Anies perlu merasa bangga dengan warisan berupa mental pejuang.
Tradisi pejuang rakyat Aceh juga sudah ditunjukkan langsung ke publik melalui tokoh Aceh yang dikenal dengan Surya Paloh.
Karena itu sebagai pewaris karakter pejuang yang luar biasa, Anies mengajak seluruh rakyat Aceh untuk kembali melakukan perlawanan.
Bukan lagi kepada kolonialisme ataupun penjajahan, melainkan melawan segala bentuk ketidakadilan yang timbul karena penyalahgunaan oleh kekuasaan.
Baca Juga: Struktur TKN Prabowo-Gibran Diumumkan Hari Ini, Khofifah dan Ridwan Kamil Bakal Masuk?
“Indonesia berutang besar pada tanah Aceh, dan utang itu belum sepenuhnya dilunasi untuk rakyat Aceh,” ungkap Anies.
Dalam pidatonya, Anies juga sempat menyinggung status khusus yang belum sepenuhnya benar-benar bisa dinikmati oleh rakyat Aceh.
Untuk itu Anies mengajak rakyat Aceh untuk sama-sama merapatkan barisan untuk berjuang membuat perubahan berkeadilan.
Baca Juga: Rangkuman Lengkap Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming: Biodata hingga Ramalan Zodiak dan Weton
“Undang-undang kekhususan Aceh bisa kita lanjutkan, dan kita pastikan bahwa semua anggaran yang menjadi hak Aceh bisa dikembalikan,” imbuh Anies disambut meriah. ***