News

Analisis Pengamat: Identitas NU Mahfud Belum Berpengaruh pada Elektabilitas Ganjar

Oleh: Nuriyah Nofasari Kamis 02 Nov 2023, 11:17 WIB
Analisis Pengamat: Identitas NU Mahfud Belum Berpengaruh pada Elektabilitas Ganjar

AYOJAKARTA.COM - Menurut analisis Siti Aminah, seorang pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair), upaya Ganjar Pranowo untuk memperoleh dukungan warga Nahdliyin (NU) melalui pemilihan Mahfud MD sebagai Cawapresnya dalam Pilpres 2024 belum menghasilkan dampak yang diharapkan.

Meskipun Mahfud MD dianggap sebagai tokoh NU, menurut Aminah, kehadirannya belum cukup kuat untuk meningkatkan dukungan bagi Ganjar.

Aminah menegaskan bahwa Mahfud bukanlah kekuatan yang signifikan dalam meraih dukungan dari warga NU. Bahkan dalam organisasi NU, Mahfud dianggap sebagai sosok yang biasa-biasa saja, seperti kebanyakan intelektual NU di lingkungan kampus.

Baca Juga: Keyakinan PKS terhadap Potensi Anies-Muhaimin Memenangkan Tiga Perempat Suara dari Warga NU yang Terbagi

"Kalau dilihat dari cara PDIP merangkul NU (dengan menjadikan Mahfud menjadi Cawapres) di sini kurang pas. Menurut saya strategi PDIP kurang tepat," ucap Aminah.

Selain itu, pengalaman Mahfud di bidang hukum, politik, dan keamanan juga tidak dianggap sebagai jaminan terhadap visi-misi Ganjar dalam pencalonan sebagai presiden.

"Pengalaman Mahfud tidak menjamin visi-misi Ganjar. Karena Ganjar mengusung misi-visi PDIP," katanya.

Baca Juga: Survei Alvara Research Center dari Kalangan NU, Pasangan Anies Baswedan dan Cak Imin Unggul?

Menurut Aminah, ada beberapa model yang bisa digunakan untuk menganalisis dampak dukungan tokoh NU terhadap elektabilitas Ganjar. Model pertama adalah model preferensi pemilih, yang mengasumsikan bahwa pemilih memilih kandidat yang dianggap paling positif dan memiliki peluang menang yang tinggi.

Model kedua adalah model ikut-ikutan, yang mengasumsikan bahwa pemilih ingin berada di pihak yang memenangkan kampanye pencalonan.

Sedangkan model ketiga adalah model utilitas, yang mengasumsikan bahwa pemilih mempertimbangkan elektabilitas dan penilaian mereka terhadap kandidat dalam menentukan pilihan.

Reporter Nuriyah Nofasari
Editor Hengky Sulaksono