News

BMKG Prediksi El Nino Segera Berakhir, Diikuti Musim Hujan yang Meningkat

Oleh: Francisca Wuri Sulistyowati,ST Rabu 01 Nov 2023, 16:51 WIB
Ketika El Nino aktif, Indonesia mengalami musim kemarau yang panjang, mengakibatkan kekeringan dan kurangnya pasokan air.

AYOJAKARTA.COM - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, mengatakan bahwa kondisi iklim dan cuaca di Indonesia sangat kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor.

El Nino, sebagai salah satu dampak dari suhu laut yang lebih hangat di Samudera Pasifik, mempengaruhi pola curah hujan di Indonesia. Ketika El Nino aktif, Indonesia mengalami musim kemarau yang panjang, mengakibatkan kekeringan dan kurangnya pasokan air.

"Meskipun saat ini El Nino masih cukup kuat, BMKG memprediksi bahwa fenomena ini akan melemah dan berakhir pada awal tahun 2024. Ini akan diikuti oleh musim hujan yang meningkat, dengan curah hujan di atas normal, terutama pada Januari dan Februari," kata Dwikorita dilansir laman resmi BMKG.

Namun, Dwikorita juga mengingatkan bahwa ketika musim hujan tiba, potensi banjir, longsor, dan banjir bandang meningkat.

Oleh karena itu, pemerintah dan stakeholder terkait harus mengantisipasi dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengelola situasi ini.

"Pentingnya upaya antisipasi dan solusi penanggulangan krisis pangan akibat El Nino dan pembatasan ekspor produk pangan menjadi sorotan utama. Dalam konteks ini, pemerintah Indonesia diharapkan untuk memantau perkembangan El Nino dengan seksama dan mengambil langkah-langkah strategis guna memastikan ketahanan pangan serta mengurangi risiko krisis pangan yang dapat muncul di masa depan," pungkasnya.

Baca Juga: Tes Ilusi Optik: Temukan Kata SEE dan FARM yang Tersembunyi di Gambar Ini, Sangat Susah Banyak yang Nyerah!

Dwikorita juga menjelaskan bahwa arah angin selama musim peralihan sangat bervariabel, yang dapat menyebabkan perubahan cuaca yang tiba-tiba, seperti dari panas menjadi hujan atau sebaliknya.

Secara umum, cuaca di pagi hari cenderung cerah, namun saat siang hari, awan mulai berkumpul, dan hujan sering terjadi menjelang sore atau malam.

Lebih lanjut, Dwikorita menjelaskan bahwa awan tipe Cumulonimbus (CB) biasanya tumbuh pada pagi menjelang siang dengan bentuk yang mirip bunga kol dan warna abu-abu dengan tepian yang jelas.

Namun, menjelang sore hari, awan tersebut akan berubah menjadi gelap, yang bisa mengakibatkan hujan, petir, dan angin.

Baca Juga: Tes Penglihatan: Temukan Huruf R di Antara Huruf K dalam 5 Detik, Tunjukkan Ketelitianmu

Dwikorita juga menyampaikan peringatan mengenai potensi bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir bandang dan tanah longsor, yang dapat dipicu oleh curah hujan yang tinggi selama musim hujan.

Oleh karena itu, masyarakat yang tinggal di daerah perbukitan yang rawan longsor diimbau untuk selalu waspada dan berhati-hati.

Reporter Francisca Wuri Sulistyowati,ST
Editor Aris Abdulsalam