News

Prabowo Subianto Respons Pernyataan PDIP Soal Gibran: Ini kan Proses Demokrasi

Oleh: Sahdan Maulana Selasa 31 Okt 2023, 17:19 WIB
Bacapres dari Koalisi Indonesia Maju (KIM), Prabowo Subianto, merespons pernyataan PDIP setelah ditinggalkan Gibran Rakabuming Raka.

AYOJAKARTA.COM -- Bacapres dari Koalisi Indonesia Maju (KIM), Prabowo Subianto, merespons pernyataan PDIP setelah ditinggalkan Gibran Rakabuming Raka.

Menurut Prabowo, proses perpindahan arah politik merupakan hal yang biasa dalam demokrasi.

Prabowo juga mengaku bahwa banyak kader-kader Gerindra yang akhirnya diambil oleh partai lain

"Ini kan proses demokrasi, saya juga banyak kader saya yang diambil pihak lain, ya kita baik-baik aja, ya kan. Kan kita satu bangsa, satu negara," kata Prabowo kepada wartawan saat menghadiri acara peresmian Posko Pemilih Prabowo-Gibran (Kopi Pagi) di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, 30 Oktober 2023.

Prabowo membiarkan rakyat yang menilai soal pencalonan Gibran dan tak mau ambil pusing soal isu tersebut.

"Ya yang penting rakyat yang menilai ya (soal Gibran). Kita jangan ambil negatifnya, kalau menurut saya," ucap Prabowo.

Baca Juga: Prabowo Subianto Buka Suara Terkait Kritikan terhadap Gibran

Sebelumnya, Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto memberikan tanggapan mengenai PDIP yang ditinggalkan oleh keluarga Jokowi.

Dia mengungkapkan bahwa PDIP sedang sedih dan terluka atas apa yang terjadi pada partainya saat ini.

“PDI Perjuangan saat ini dalam suasana sedih, luka hati yang perih, dan berpasrah pada Tuhan dan Rakyat Indonesia atas apa yang terjadi saat ini,” kata Hasto pada, Minggu, 29 Oktober 2023.

Hasto juga mengungkapkan soal jajaran anak ranting sebagi struktir paling bawah rela meninggalkan partai yang telah membesarkannya.

Dia juga mengungkapkan bahwa banyak yang tidak percaya kalau Gibran akhirnya memilih meninggalkan PDIP.

“Ketika DPP Partai bertemu dengan jajaran anak ranting dan ranting sebagai struktur Partai paling bawah, banyak yang tidak percaya bahwa ini bisa terjadi,” kata Hasto.

Baca Juga: Komarudin Watubun Sindir Jokowi dengan Kisah Nabi Musa

Selain itu, Hasto juga mengungkit soal privilege yang telah diberikan oleh PDIP kepada Jokowi.

Dia mengungkapkan ditinggalkannya PDIP karena adanya permintaan lain yang berpotensi melanggar pranata kebaikan dan Konstitusi.

“Kami begitu mencintai dan memberikan privilege yang begitu besar kepada Presiden Jokowi dan keluarga, namun kami ditinggalkan karena masih ada permintaan lain yang berpotensi melanggar pranata kebaikan dan Konstitusi,” tambahnya.

Reporter Sahdan Maulana
Editor Aris Abdulsalam