News

Tersandung Persoalan Sejak Menjadi Cawapres Prabowo Subianto, Gibran Rakabuming Sampai Dijuluki Seperti ini

Oleh: Karseno AJ Selasa 31 Okt 2023, 13:35 WIB
Tersandung Persoalan Sejak Menjadi Cawapres Prabowo Subianto, Gibran Rakabuming Sampai Dijuluki Seperti ini (IG @prabowogibran2024)

AYOJAKARTA.COM – Bersedia menjadi cawapres Prabowo Subianto, langkah Gibran Rakabuming tidak semulus langkahnya ketika menjadi Walikota Solo.

Masuknya Gibran Rakabuming yang merupakan kader PDIP sebagai cawapres dari Partai Golkar untuk mendampingi Prabowo Subianto, menuai sejumlah kontroversi.

Adanya pernyataan yang datang dari petinggi PDIP terkait Gibran Rakabuming yang resmi menjadi pasangan Prabowo Subianto, juga mendapat sorotan khusus dari publik.

Baca Juga: PDIP Sakit Hati Ditinggalkan Keluarga Jokowi? Ungkit Privilege dan Minta 3 Periode

Sebagaimana diketahui, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto sempat melontarkan sejumlah pernyataan yang dinilai bentuk sindiran kepada Presiden Jokowi.

Wacana Tiga Periode, Nepotisme gaya baru, Political Disobedient atau ketidak patuhan politik yang dinyatakan Sekjen PDIP membuat sebagian kalangan bereaksi.

Tidak mengherankan apabila kemudian sejumlah kalangan menganggap adanya konflik yang terjadi antara PDIP dengan keluarga Presiden Jokowi.

Baca Juga: Soal Isu Keretakan Hubungan dengan Megawati, Masinton Sebut Ketum PDIP Selalu Sayang Jokowi

Terlebih karena pencalonan Gibran sebagai cawapres Prabowo sempat melalui proses panjang sebelum berakhir di palu Ketua Mahkamah Konstitusi.

Sehubungan dengan adanya anggapan publik yang menilai tengah terjadi konflik, Politisi PDIP Guntur Romli memberi penjelasan.

Menurut Guntur, pernyataan-pernyataan yang datang dari Sekjen PDIP merupakan bentuk refleksi suasana batin di tubuh PDIP.

Baca Juga: Dibandingkan dengan Mahfud MD dan Cak Imin, Gerindra Sebut Gibran Sudah Teruji

Sejumlah keleluasaan yang diberikan PDIP kepada keluarga Jokowi, seperti dukungan terhadap Gibran serta Boby tidak mendapat balasan setimpal.

Karena sejumlah alasan tersebut, Guntur menilai bahwa keluarga Jokowi telah melukai dan meninggalkan PDI Perjuangan.

“PDIP selama ini telah memberikan keistimewaan yang begitu luar biasa, baik kepada Pak Jokowi, kepada Mas Gibran, Bang Boby, tapi kenapa sekarang seperti ini?” ungkap Guntur.

Baca Juga: Elektabilitas Anies Baswedan-Cak Imin Terus di Posisi Bawah, PKS Bingung: di Survei Jelek, di Jalan Banyak

Bukan saja di kalangan elit, perasaan ditinggalkan dan tersakiti serta menyedihkan juga terjadi di banyak wilayah mulai dari DPC hingga Anak Ranting.

Masuknya Gibran ke barisan Koalisi Indonesia Maju atas dukungan Partai Golkar, dinilai sejumlah elit dan pengurus PDIP sebagai keresahan batin.

Belum adanya pernyataan jelas dari Jokowi terkait dengan anggapan telah meninggalkan PDIP, Guntur kembali memberi penilaian.

Baca Juga: Partai Demokrat Yakin Kepemimpinan Prabowo Subianto Dapat Membawa Perubahan Indonesia Maju

Menurutnya, meski Jokowi tidak pernah secara aklamatif menyebut telah meninggalkan PDIP namun hal tersebut dapat terbaca jelas melalui tindakan.

Selain sanggahan yang datang dari Jokowi terkait pencalonan Gibran karena usianya belum mencukupi, hal senada juga dilakukan oleh Gibran.

Pernyataan Gibran yang berjanji akan tegak lurus mengikuti arahan partai, hal tersebut dinilai Guntur sangat berbanding terbalik dengan kenyataan.

Baca Juga: Laporan Dugaan Pelanggaran Kode Etik Hakim MK Anwar Usman Cs Akan Dipercepat, MKMK: Selesai 7 November...

“Yang kita lihat sekarang istilahnya, Mas Gibran itu kaya ada mengejek, ada tipuan-tipuan,” pungkas Guntur seperti dikutip Ayojakarta pada Selasa, 31 Oktober 2023 dari Kompas TV. ***

Reporter Karseno AJ
Editor Hengky Sulaksono