AYOJAKARTA.COM – Riza Noer Arfani selaku Dosen Magister Perdamaian dan Resolusi Konflik UGM, mengatakan bawah fenomena polarisasi pada pemilu 2024 tidak akan sebesar pada tahun 2019.
Riza Noer Arfani juga mengatakan bahwa potensi konflik horizontal maupun vertikal pada pemilu 2024 relatif lebih kecil.
Lebih lanjut, Riza juga berpendapat bahwa sekalipun kondisi politik memanas pada tahun 2024 itu tidak akan memberikan dampak yang signifikan, hal ini dikarenakan menurut Riza tidak ada faktor pendukung yang membuat polarisasi muncul di level akar rumput, khususnya pada pemilu legislatif.
"Polarisasi yang ekstrem hampir tidak ada. Apalagi pada pemilu legislatif, relatif tidak menghasilkan konflik di level akar rumput," ujar Riza, dikutip dari Republika.co.id, Minggu (29/10/2023).
Potensi terjadinya konflik juga menjadi lebih rendah karena kemampuan masyarakat dalam menghadapi digitalisasi sudah cukup stabil.
Kemampuan yang dimiliki masyarakat dalam memilih dan memilah informasi di internet juga sudah menjadi lebih baik.
"Orang sudah tidak benar-benar percaya dan mengandalkan media, sehingga potensinya lebih kecil," ucap Riza.
Abdul Gaffar Karim selaku Dosen Departemen Politik dan Pemerintahan UGM, juga memiliki pendapat yang sama, bahwa atmosfer pemilu tahun 2024 jauh lebih tenang.
Menurut Abdul pada pemilu 2014 dan 2019, bentuk dukungan ekstrem dan polarisasi sudah memanas sebelum pemilu berlangsung.
Baca Juga: Obral Janji Politik Anies Baswedan-Cak Imin Jika Menang Pilpres 2024: Biaya Pendidikan Murah
"Sekarang tidak seperti itu, jadi mungkin akan lebih tenang dibandingkan tahun 2014," ucap Abdul.***