News

Soal Strategi Peningkatan Produksi Pangan, Mentan Andi Amran Sulaiman: Hati-hati Ini Urusan Perut Rakyat

Oleh: Linda Wati Minggu 29 Okt 2023, 11:06 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman

AYOJAKARTA.COMAndi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian (Mentan) mengatakan sedang membuat perencanaan soal strategi peningkatan produksi pangan di Indonesia.

Mentan mengatakan bahwa telah melakukan rapat pimpinan untuk menghadapi musim hujan Oktober-Maret.

Ia juga menyampaikan bahwa nantinya pemerintah akan fokus dengan dua komoditas yakni padi dan jagung.

“Kita fokus dulu padi dengan jagung, dua komoditas strategis kita rancang tadi untuk Oktober-Maret,” kata Andi Amran Sulaiman dikutip ayojakarta.com dari TikTok @kementari, Minggu (29/10/2023).

Baca Juga: Rival di Pilpres, Anies Baswedan Beri Ucapan sampai Minta Traktir Makan di Ulang Tahun Ganjar Pranowo ke-55

Pada kesempatan itu, Mentan juga mengatakan akan menargetkan 1,5 juta ton untuk bulan November 2023 dan 2 juta ton untuk Desember 2022.

Menurutnya, target tersebut harus dicapai.

“Kami beri target kalau bisa minimal bulan ini nanti, November (mencapai) 1,5 juta ton. Bulan depan (Desember), kira-kira 2 juta ton. Itu harus tercapai, itu mutlak,” kata Andi Amran Sulaiman.

Adapun strategi untuk meningkatkan produksi pangan yakni dengan mengumpulkan seluruh Kepala Dinas di Indonesia untuk mengetahui lahan mana saja yang siap tanam.

“Strateginya adalah pertama kami akan kumpulkan Kepala Dinas se-Indonesia Kabupaten maupun Provinsi hari Senin. Kami ingin tahu detail di mana saja lahan yang akan ditanami di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga: Berbeda Dukungan dengan Suami, Yenny Wahid: Saling Menghormati Pilihan Masing-Masing

Andi Amran Sulaiman juga menyampaikan bahwa Kementan akan menyedikan insentif atau bantuan bibit padi dan jagung untuk para petani yang memiliki lahan siap tanam dengan luas 50 ribu hektar.

“Mudah-mudah ada bibit yang kita siapkan, yang tersedia sekarang seluas 50 ribu hektar. Siapa yang cepat menanam, ada bibit yang disiapkan. Jadi, kita harus kejar awal musim hujan ini. Tidak boleh tinggal diam," kata Mentan.

Mentan Andi Amran Sulaiman juga mewanti-wanti soal perencanaan strategi produksi pangan di tengah tekanan krisis pangan.

“Hati-hati kita kalau pangan ini urusan perut rakyat, bukan rakyat saja kita semua kalau ini bermasalah ini terjadi gejolak sosial yang dahsyat jadi kita harus jaga,” ujarnya.

Andi Amran juga memastikan bahwa pemerintah telah menyiapkan cadangan beras untuk antisipasi jika produksi menurun.

Kendati demikian, Kementan tetap fokus pada peningkatan produksi.***

Reporter Linda Wati
Editor Fathul Amanah