AYOJAKARTA.COM - Ganjar Pranowo Calon Presiden 2024 mengajak masyarakat untuk menghindari penyebaran hoax di berbagai media digital terutama jelang pemilu.
Dalam postingan di X/Twitter yang diunggah pada Kamis (26/10/2023), Ganjar Pranowo berpesan agar pemilu dikedepankan sebagai adu gagasan dan bukan adu sentimen yang mengundang emosi negatif sehingga masyarakat bisa terpolarisasi.
“Kepada kawan-kawan semua, baik pendukung, rival, media, dan masyarakat umum. Kembali saya ingatkan untuk tidak menyebarkan disinformasi dan hoax. Mari kita beradu data dan gagasan. Jangan terjebak adu sentimen yang penuh emosi,” tulis Ganjar dalam akun pribadinya @ganjarpranowo.
Selain mengingatkan kepada masyarakat untuk menghindari berbagai fitnah atau hoax, Ganjar juga berharap bahwa masyarakat bisa memahami bahwa pesta demokrasi yang dilakukan pada tahun 2024 yaitu pemilu bisa dilaksanakan dengan gegap gempita kegembiraan menuju Indonesia Unggul.
“Hadirkan pemilu yang sejuk, penuh gegap gempita kegembiraan dan harapan Menuju Indonesia Unggul.” lanjut dari Istri Siti Atikoh tersebut dalam postingannya.
Ganjar Pranowo menuai pujian dari para netizen yang turut mendukung imbauan dari pria berambut putih tersebut agar tidak turut serta dalam penyebaran hoax. Antara lain dari akun bernama Windy Yohara & narkosun.
Baca Juga: Obral Janji Politik 4 Misi Ganjar-Mahfud MD di Bidang Pendidikan: Ada Wajib Belajar 12 Tahun Gratis!
“Siap pak, kami siap mendukung bapak tanpa menyebar hoax.. ” tulis akun @windeeyohara.
“Siap pak Ganjar” tulis akun @narkosun
Penyebaran hoax memang menjadi momok yang menakutkan dan mengacaukan dinamika sosial-politik di masyarakat.
Terutama menjelang pemilu seperti yang Ganjar Pranowo sebutkan, berita dan narasi bohong akan semakin banyak muncul di tengah-tengah masyarakat.
Bahayanya Penyebaran Hoax di Tengah Pemilu yang Menjadi Perhatian Ganjar Pranowo
Bahaya penyebaran hoax di tengah pemilu dapat memiliki dampak yang merugikan bagi proses demokrasi dan masyarakat secara umum.
Dampak-dampak tersebut antara lain:
1. Polarisasi Masyarakat
Penyebaran hoax cenderung memperkuat kesenjangan antargolongan masyarakat, yang pada gilirannya dapat memicu konflik sosial dan politik yang lebih intens.
2. Mengganggu Kepercayaan Publik
Hoax dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga-lembaga politik dan media, yang secara langsung mengancam kestabilan demokrasi.
3. Pengaruh Terhadap Pilihan Pemilih
Hoax yang terkait dengan kandidat atau partai tertentu dapat memengaruhi persepsi publik dan memanipulasi opini masyarakat, mengganggu proses pemilihan yang adil dan bebas.
4. Ketidakadilan Informasi
Penyebaran hoax dapat menyebabkan informasi yang salah atau menyesatkan tersebar secara luas, mengaburkan realitas politik dan mencegah masyarakat memahami isu-isu penting dengan benar.
Baca Juga: Alam Ganjar Jawab Soal Politik Dinasti: Saya Tidak Bisa Memutuskan Bagaimana Bapak Saya Mau Bekerja
5. Mengancam Keamanan Nasional
Hoax yang berkaitan dengan isu sensitif, seperti keamanan nasional atau stabilitas politik, dapat memicu kecemasan publik yang berlebihan dan memperburuk situasi politik secara keseluruhan.
6. Merusak Reputasi Kandidat dan Partai
Penyebaran hoax yang tidak bertanggung jawab dapat merusak reputasi kandidat dan partai politik, bahkan jika klaim tersebut kemudian terbukti salah.
7. Menciptakan Ketegangan Sosial
Hoax yang beredar secara luas dapat menciptakan ketegangan sosial yang serius antara kelompok masyarakat yang berbeda pandangan politiknya.
Dalam menghadapi bahaya penyebaran hoax di tengah pemilu, penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya verifikasi informasi, mendukung regulasi yang membatasi penyebaran informasi palsu, dan mempromosikan pendidikan politik yang kritis dan rasional seperti yang Ganjar Pranowo Capres 2024 telah himbau.***