News

TikTok Shop Sudah Ditutup, Pedagang Tanah Abang Belum Rasakan Dampak Signifikan: Hanya Orang Tua yang Datang

Oleh: Sidiqqi Al Isyan Kamis 12 Okt 2023, 06:06 WIB
TikTok Shop sudah ditutup pedagang tanah abang sebut belum ada dampak signifikan

AYOJAKARTA.COM – Sebelumnya pemerintah membuat kebijakan terkait tutupnya operasional dari TikTok Shop karena memberikan dampak buruk bagi pedagang di pasar Tanah Abang dan sejumlah regulasi yang belum dijalankan pihak TikTok.

Namun setelah kebijakan tersebut diberlakukan, ternyata tidak membuat pasar Tanah Abang menjadi ramai kembali.

Hal tersebut sesuai dengan yang diungkapkan oleh salah satu pedagang yang mengaku bahwa kiosnya hingga kini masih sepi dari pembeli.

Baca Juga: Mendag Zulkifli Hasan Minta Pedagang Tanah Abang Ikuti Perkembangan Zaman: Pasar Sayur Aja Online!

Dikutip ayojakarta.com melalui laman suara.com, salah seorang pedagang di pasar Tanah Abang, Yuke masih mengalami sepi terhadap pengunjung walaupun pemerintah telah mengambil sikap tegas yang dinilai bakal menguntungkan usaha kecil dan menengah.

Yuke juga menyebutkan bahwa dirinya mencoba berpikir positif, lantaran dampak dari kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah tersebut dinilai pro pedagang tidak dapat dirasakan secara langsung.

"Masih sepi saja sih. Belum ada bedanya (dengan sebelum Tiktok Shop ditutup). Mungkin nanti sebulan dua bulan lagi baru," sebut Yuke.

Namun walaupun masih dikatakan sepi, ada beberapa orang pengunjung yang berbelanja di kios pakaian miliknya, namun kebanyakannya adalah orang tua.

"Kalau anak muda jarang. Paling orang tua. Kan mereka pada nggak main online-online (e-commerce). Bedanya juga beli langsung kan enak bisa cobain. Ukurannya pas apa nggak," lanjut Yuke.

Baca Juga: Cara Menyisir Rambut Dapat Mengungkap Kepribadian Unik yang Tersembunyi, Kamu Tipe yang Mana?

Selain Yuke, salah satu pedagang pakaian muslim anak di pasar Tanah Abang, Firman juga menyebutkan bahwa masih sepi penjualan sejak satu tahun belakangan saat TikTok Shop mulai muncul di tengah-tengah masyarakat.

Bahkan disaat lebaran Idul Fitri tahun lalu yang mana biasanya menjadi sebuah momen pedagang untuk melariskan barang dagangannya, kala itu malah tetap sepi.

"Jadi kita bingung sekarang. Dulu ada momen, ketahuan kapan mulai ramai. Misalnya menjelang lebaran. Sekarang nggak tentu," sebut Firman.

Firman juga mengaku bahwa faktor utama pedagang pasar yang kalah saing dengan TikTok Shop lantaran harga di aplikasi e-commerce lebih murah.

Baca Juga: 4 Sikap Asli Orang yang Suka Pakai Pernak Pernik, dari Gelang sampai Kalung

"Sekarang gini, bahan saya jualan sama kayak impor misalnya. Kita jual grosir Rp 115 ribu. Di TikTok atau online lain itu di bawahnya, bisa Rp 70 ribu. Kita hitung produksi biayanya nggak ketemu," lanjut Firman.

Selain itu, ada juga faktor lain, yaitu pendapatan masyarakat yang juga menurun, seperti datangnya musim kemarau panjang yang membuat gagal panen di beberapa daerah.

Disamping itu, Firman mengungkapkan bahwa kebijakan yang diambil pemerintah beberapa waktu lalu terkait dihapusnya TikTok Shop belum bisa langsung terasa dampaknya, dan dirinya berharap agar dalam beberapa waktu kedepan masyarakat dapat kembali meramaikan pasar Tanah Abang.

"Belum, nanti ngaruh sebulan dua bulan mungkin ya. Orang kan belum mau beli. nanti ada mungkin pengaruh," lanjutnya.***

Reporter Sidiqqi Al Isyan
Editor Jinan Vania Barizky