AYOJAKARTA.COM - Hujan yang terjadi tiap harinya menyebabkan banjir disejumlah daerah khususnya di Jawa Barat, hal ini pun membuat Gubernur Dedi Mulyadi mengupayakan cara untuk memodifikasi cuaca.
Terlebih dalam menghadapi cuaca ekstrem dan intensitas hujan tinggi yang diperingatan oleh Badan Mereorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) tentang potensi hujan deras pada 10 – 25 Maret 2025, Dedi menyatakan bahwa Pemdaprov Jabar akan mengadakan modifikasi cuaca selama 10 hari.
"Mudah-mudahan modifikasi itu bisa mengurangi beban air yang jatuh ke wilayah-wilayah rawan banjir. Kami sudah memproses, mudah-mudahan langkah ini bisa meringankan beban masyarakat Jabar yang mengalami kebanjiran," ungkapnya dikutip dari situs pemprov jabar.
Modifikasi cuaca ini telah dilakukan oleh Dedi Mulyadi pada Selasa 11 Maret 2025.
Tidak sendiri, modifikasi cuaca ini pun dilakukan bersama tim Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pihak Bandara Husein Sastranegara.
Baca Juga: Berkah dan Jadi Pintu Kemudahan! Dahsyatnya Sholawat Al Faith Yuk Amalkan
Dalam melakukan modifikasi cuaca ini, Dedi Mulyadi dan tim diketahui menggunakan pesawat Casa 212 untuk menyebarkan garam di awan.
Modifikasi cuaca ini diketahui bertujuan untuk mempercepat proses turunnya hujan di area tertentu yang diarahkan ke laut agar mengurangi potensi banjir di daratan.
Seperti yang diketahui intensitas hujan yang tinggi membuat banjir dan longsor terjadi di sejumlah wilayah.
Bukan hal yang baru, modifikasi hujan pernah dilakukan pemerintah ketika Indonesia menjadi tuna rumah KTT G20 di Bali pada tahun 2022.
Lantas bagaimana cara kerjanya modifikasi cuaca ini?
Cara memodifikasi hujan ini pun menggunakan bahan tertentu yakni natrium klorida (NaCl) dan kalsium oksida (Cao) yang ditebar ke awan.
Sebelum memodifikasi cuaca Dedi Mulyadi sempat membenahi wilayah hutan dan perkebunan di Puncak.
"Hari ini saya fokus untuk membenahi wilayah Puncak untuk kembali ke awalnya menjadi wilayah hutan dan perkebunan," tegas Dedi.
"Kebijakan saya untuk kawasan Puncak, bangunan-bangunannya saya bongkar, tujuannya adalah mengembalikan fungsi-fungsi resapan air dan rencananya akan dihutankan kembali," tambahnya.***