AYOJAKARTA.COM - Menjelang pemilu, banyak lembaga survei yang mengukur elektabilitas dari ketiga capres, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.
Baru-baru ini, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menjadi sorotan karena menampilkan hasil survei elektabilitas Anies Baswedan yang cuma 5 persen.
Badan Advokasi Hukum DPW Partai NasDem pun melayangkan somasi kepada LSI Denny JA soal survei Anies Baswedan yang cuma 5 persen.
NasDem tidak terima hasil survei dari capres yang diusungnya hanya 5 persen di Sumatera Utara (Sumut).
Dilansir dari laman suara.com, pihak NasDem keberatan dengan hasil survei LSI Denny JA.
“Kita keberatan dengan hasil survei LSI yang menyebutkan kalau elektabilitas bakal capres Anies hanya 5 persen," kata Ketua DPW NasDem Sumut Iskandar ST.
Iskandar mengatakan bahwa pihaknya mencurigai adanya kejanggalan dari survei tersebut.
"Kami ingin menguji hasil survei tersebut karena kami menemukan adanya kejanggalan-kejanggalan," ucapnya.
Ia menganggap bahwa hasil survei tersebut tidak seuai dengan fakta atau kenyataan yang ada.
Di mana menurutnya Sumatera Utara merupakan provinsi yang memiliki golongan budaya yang beragam.
Sehingga tidak mungkin ada satu bakal capres yang superior di Sumatera Utara.
"Karena kita ketahui Sumut merupakan provinsi yang heterogen, memiliki suku agama, ras, golongan dan budaya yang sangat beragam. Tentunya tidak ada satu bakal capres yang sangat superior ataupun yang sangat inferior, " ujarnya.
Sementara, elektabilitas Ganjar Pranowo yaitu 65 persen, dan Prabowo Subianto sebanyak 30 persen.***