News

Waduh! Kepala Bappenas Sebut Rata-rata IQ Orang Indonesia Rendah, Hingga Tingginya Penyakit TBC dan Kusta

Oleh: Linda Wati Rabu 11 Okt 2023, 09:53 WIB
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa

AYOJAKARTA.COM - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa mengungkap data soal IQ orang Indonesia.

Menurut keterangan Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, rata-rata IQ orang Indonesia rendah.

“Saya ngeri-ngeri sedap menyampaikan. Mengenai rata-rata dari IQ orang Indonesia Rata-rata IQ kita itu rendah," kata Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam Sosialisasi RJPN 2025-2045 & RPJMN Teknokratik 2025-2029 seperti yang dikutip dari akun Instagram @undercover.id.

Baca Juga: Tes Ilusi Optik: Temukan Skateboard dalam Gambar Kurang dari 10 Detik untuk Tingkatkan Kemampuan Analisamu!

Selain berbicara soal IQ orang Indonesia, Kepala Bappenas juga mengungkapkan soal kesehatan di negeri ini.

Menurut dia, status kesehatan di Indonesia juga masih rendah adapun indikatornya mulai dari angka kematian ibu dan stunting yang cukup tinggi.

Bahkan, ia mengungkap di Indonesia menduduki peringkat tinggi di sejumlah penyakit.

Misalnya untuk penyakit TBC, menurut keterangannya di Indonesia menduduki nomor dua di dunia.

Sementara penyakit kusta yang berada di berbagai wilayah di Indonesia juga tinggi.

Baca Juga: Tak Terima Survei Anies Baswedan Nyungsep Cuma 5 Persen, LSI Denny JA Siap-siap Disomasi NasDem

"TBC masih nomor dua di dunia. Kusta peringkat ketiga di dunia. Kusta itu ada di Bekasi, di Muara Gembong yang paling banyak. Berarti hanya berapa kilo dari Jakarta," jelas Suharso.

Menurut keterangannya, penyakit kusta mudah sekali ditularkan bahkan sampai memiliki daya tular 12-17.

Yang artinya jika ada satu orang yang terkena kusta maka berpotensi menularkan kepada 12-17 orang.

Suharso juga menjelaskan mengapa penyakit TBC tinggi di Indonesia, karena tracking Kementerian Kesehatan yang belum terdata pemerintah.

Dengan adanya data status kesehatan di Indonesia yang masih rendah, Suharso berharap agar sistem kesehatan di Indonesia dapat lebih didorong ke upaya preventif daripada upaya kuratif seperti saat ini.***

Reporter Linda Wati
Editor Jinan Vania Barizky