News

Soal Pedagang Tanah Abang Minta Shopee dan Lazada Ditutup, Mendag Zulhas: yang Nggak Ikutin Zaman jadi Komodo

Oleh: Linda Wati Rabu 11 Okt 2023, 08:08 WIB
Mendag RI, Zulkifli Hasan

AYOJAKARTA.COM - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Mendag Zulhas) memberikan tanggapan terkait polemik pedagang Tanah Abang meminta Shopee dan Lazada ditutup.

Mendag Zulhas menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menutup e-commerce seperti Shopee maupun Lazada seperti permintaan pedagang Tanah Abang.

Hal itu disampaikan saat menanggapi keluhan dari pedagang Tanah Abang.

Dikutip ayojakarta.com dari YouTube Kompastv pada Rabu (11/10/2023), Menteri Perdagangan mengatakan bahwa platform digital merupakan bagian dari zaman.

“Kan diatur bukan tutup nggak boleh dong nggak bisa dihindari wong namanya itu platform digital itu zaman kok,” kata Mendag.

“Yang nggak ngikut (zaman) nanti jadi komodo satwa langka, itu perkembangan,” pungkasnya.

Baca Juga: Tiktok Shop Ditutup, Sejumlah Pedagang Tanah Abang Masih Keluhkan Pendapatannya yang Redup

Mendag meminta para pedagang di kawasan Tanah Abang harus bisa berkembang memanfaatkan platform digital.

“Oleh karena itu saya bilang teman-teman di pasar Tanah Abang, pasar sayur aja online sekarang apalagi pasar-pasar yang jual komersial pakaian sepatu, itu juga harus mengikuti selain offline online,” ucapnya.

Zulkifli Hasan juga berterimakasih kepada Shopee yang sudah menjual produk lokal.

“Bahkan saya terimakasih kepada Shopee sudah nggak impor lagi tapi menjual produk lokal kan keren,” tuturnya.

Baca Juga: Mendag Sindir Pedagang Tanah Abang yang Ingin E-commerce Ditutup: Yang Tidak Ikut Perkembangan Hanya Komodo

Untuk diketahui, belakangan sejumlah pedagang Tanah Abang kembali meminta kepada pemerintah untuk menutup sejumlah e-commerce lainnya setelah sebelumnya TikTok Shop ditutup.

Meskipun TikTok Shop telah ditutup, tetapi rupanya belum menyelesaikan masalah para pedagang di Tanah Abang.

Para pedagang di kawasan tersebut masih mengeluhkan omzet yang didapatkan masih belum maksimal.***

Reporter Linda Wati
Editor Fathul Amanah