News

Dialog di Purwokerto, Anies Baswedan Bahas Soal Pengaruh Budaya KPOP

Oleh: Nisrina Harum Lestari Rabu 04 Okt 2023, 10:39 WIB
Bacapres Koalisi Perubahan Anies Baswedan

AYOJAKARTA.COM - Anies Baswedan kembali berdialog dengan anak-anak muda di Purwokerto pada Selasa (3/10/2023).

Dalam dialog yang berlangsung di Kafe Sekawan pada Selasa (3/10/2023), Anies Baswedan sempat mendapatkan pertanyaan mengenai KPOP.

Menurut Anies Baswedan, kemajuan KPOP yang bisa dirasakan saat ini berkat proses panjang yang sudah disiapkan sebelumnya.

Baca Juga: Beri Janji Manis Lagi Jika Terpilih jadi Presiden, Anies Baswedan Disindir Warganet: Janji yang Keberapa Nih?

Anies mengungkapkan bahwa Korea Selatan sudah mempersiapkan investasi besar-besaran sejak 30 tahun lalu.

Korea Selatan mengeluarkan dana fantastis untuk menghadirkan fasilitas yang menunjang masyarakatnya untuk berkarya.

Sehingga, sumber daya yang kreatif bisa mengembangkan karyanya dengan memanfaatkan fasilitas terbaik.

Baca Juga: Janji Anies Baswedan-Cak Imin Jika Menang Pilpres 2024: Ciptakan Lapangan Kerja dan Meminimalisir Pengangguran

“30 tahun yang lalu, tahun 90-an Korea itu investasi besar-besaran. Dia mengeluarkan dana untuk belanja alat-alat, belanja fasilitas sehingga orang-orang kreatif di Korea itu bisa berkarya menggunakan alat-alat yang terbaik,” kata Anies dikutip dari kanal YouTube Kompas TV, Rabu (4/10/2023).

Anies menjelaskan investasi besar-besaran yang disiapkan Korea Selatan sejak 30 tahun lalu kini membuahkan hasil.

Capres Koalisi Perubahan untuk Persatuan itu menyebut pengaruh KPOP terasa manfaatnya setelah 20 tahun.

Baca Juga: Kembali Berkunjung ke Banyumas, Anies Baswedan Diteriaki Presiden di 'Kandang Banteng', Apa Maksudnya?

Sehingga  tak heran jika saat ini budaya Korea atau Pop Culture menjelajahi hampir seluruh dunia.

“Kemudian manfaatnya baru dirasakan 20 tahun kemudian. Ketika kemudian KPOP itu berada di mana-mana. Korean yang semua pop culture itu betul-betul mendunia,” jelasnya.

Lebih jauh, Anies menuturkan bahwa pembiayaan yang dikeluarkan oleh negara seharusnya tidak dipandang sebagai pengeluaran.

Baca Juga: Anies Baswedan Ternyata Punya Sifat Seperti Matahari, Begini Penjelasannya Menurut Weton

Anies menilai pembiayaan yang dikeluarkan negara seharusnya dipandang sebagai investasi.

“Tapi prosesnya bukan swasta, prosesnya dari pemerintah. Pemerintahnya tahun 90-an, karena itu saya sering sampaikan pembiayaan yang dikeluarkan oleh negara jangan dipandang sebagai cost, tapi pandang sebagai investasi,” tutupnya.***

Reporter Nisrina Harum Lestari
Editor Desi Kris