News

Daftar Lengkap 15 Mantan Koruptor Nyaleg di Pemilu 2024, Salah Satunya Ada Mantan Ketua Umum PSSI

Oleh: Sidiqqi Al Isyan Senin 02 Okt 2023, 12:00 WIB
Ilustrasi:Daftar Lengkap 15 Mantan Koruptor yang akan Nyaleg pada Pemilu 2024

AYOJAKARTA.COM – Menjelang Pemilu 2024, tentu banyak nama-nama Caleg yang akan bertarung memperebutkan kursi.

Namun dari banyaknya nama caleg, tentu ada beberapa nama yang muncul dengan rekam jejak yang kurang baik, yaitu para mantan koruptor yang turut ikut serta dalam ajang pesta politik Pemilu 2024.

Adapun berikut daftar 15 mantan koruptor yang akan nyaleg pada Pemilu 2024, yaitu:

Baca Juga: Tips Kunci WhatsApp Tanpa Aplikasi Tambahan, Amankan Privasi Segera!

- Abdullah Puteh

Abdullah Puteh kini akan mencalonkan dirinya pada DPR RI untuk Dapil Aceh II, mantan Gubernur Aceh ini saat menjabat pernah terlibat dalam kasus korupsi pembelian 2 unit helicopter.

- Rahudman Harahap

Rahudman Harahap akan maju pada pencalonan DPR RI untuk Dapil Sumatera Utara I, dirinya pernah terlibat dalam kasus korupsi dana tunjangan aparat Desa Tapanuli Selatan saat menjadi Sekda Tapanuli Selatan.

- Abdillah

Abdillah akan maju pada pencalonan DPR RI untuk Dapil Sumatera Utara I, yang mana sebelumnya pernah terlibat dalam kasus korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran dan penyelewengan dana APBD.

- Komjen Pol (Purn) Susno Duadji

Komjen Pol (Purn) Susno Duadji akan maju menjadi DPR RI untuk Dapil Sumatera Selatan II, yang mana sebelumnya mantan Kabareskrim tersebut pernah terlibat kasus korupsi pengamanan Pilkada Jawa Barat 2009 dan korupsi penanganan PT Salmah Arowana Lestari

- Nurdin Halid

Nurdin Halid akan maju menjadi DPR RI untuk Dapil Sulawesi Selatan II, dirinya merupakan mantan Ketua Umum PSSI yang mana terlibat dalam kasus korupsi distribusi minyak goreng Bulog.

Baca Juga: BKN Update DataPelamar Instansi dan Kementerian CPNS dan PPPK 2023, Ada yang Sepi Peminat, Cek di Sini!

- Budi Antoni Aljufri

Budi Antoni Aljufri juga turut mencalonkan diri sebagai DPR RI untuk Dapil Sulawesi Selatan II, dirinya terlibat kasus suap penanganan sengketa Pilkada Kabupaten Empat Lawang.

- Al Amin Nasution

Kemudian ada Al Amin Nasution yang akan mencalonkan diri sebagai DPR RI untuk Dapil Jawa Tengah VII. Dirinya terlibat kasus suap dari Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Azirwan untuk memuluskan proses alih fungsi hutan lindung di Kabupaten Bintan.

- Rokhmin Dahuri

Rokhmin Dahuri akan mencalonkan diri sebagai DPR RI untuk Dapil Jawa Barat VII, dirinya turut terlibat dalam kasus korupsi dana nonbujeter Departemen Kelautan dan Perikanan.

- Eep Hidayat

Eep Hidayat akan mencalonkan diri sebagai DPR RI untuk Dapil Jawa Barat IX, dirinya terlibat dalam kasus korupsi biaya pungut pajak bumi dan bangunan (BP PBB) Kabupaten Subang pada tahun periode 2005-2008.

- Patrice Rio Capella

Kemudian ada Patrice Rio Capella yang akan naik pencalonan DPD RI pada Dapil Bengkulu, dirinya terlibat dalam perkara bantuan daerah tunggakan dana bagi hasil, dan penyertaan modal sejumlah BUMD di Sumut.

Baca Juga: 6 Cara Elegan Hadapi Orang yang Membenci Kita Tanpa Harus Bertengkar, Nomor 4 Top Banget

- Dody Rondonuwu

Dody Rondonuwu akan naik pencalonan DPD RI untuk Dapil Kalimantan Timur, dirinya terlibat dalam kasus korupsi dana asuransi 25 orang anggota DPRD Kota Bontang pada periode 2000-2004.

- Emir Moeis

Emir Moeis terlibat dalam kasus suap proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Tarahan, Lampung, pada tahun 2004, dan kini naik pencalonan DPD RI untuk Dapil Kalimantan Timur.

- Irman Gusman

Irman Gusman akan naik pencalonan DPD RI untuk Dapil Sumatera Barat, dirinya terlibat dalam kasus suap terkait impor gula oleh Perum Bulog.

- Cinde Laras Yulianto

Cinde Laras Yulianto akan naik pencalonan DPD RI untuk Dapil Yogyakarta, dan dirinya terlibat pada kasus korupsi dara purna tugas sebesar Rp3 miliar.

- Ismeth Abdullah

Kali ini Ismeth Abdullah akan naik pencalonan DPD RI untuk Dapil Kepulauan Riau. Ismeth Abdullah terlibat dalam kasus korupsi terkait pengadaan mobil pemadam kebakaran pada tahun 2004 disaat menjabat sebagai Ketua Otorita Batam.***

Reporter Sidiqqi Al Isyan
Editor Jinan Vania Barizky