AYOJAKARTA.COM – Jelang Pilpres 2024, politik di Indonesia semakin dinamis.
Beragam aksi serta peta poros politik terus berubah bahkan kian menimbulkan beragam tafsir.
Salah satu yang terjadi kali ini adalah ketika Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri duduk satu meja bersama Ketua Umum Partai Gerindra serta capres dari Koalisi Indonesia Maju, Prabowo Subianto.
Momen Megawati Soekarnoputri duduk satu meja bersama Prabowo Subianto tersebut terjadi saat menghadiri peringatan Hari Nasional ke-93 Arab Saudi di Jakarta.
Baca Juga: Kaesang Pangarep Jadi Ketum PSI, KPU Ingatkan untuk Daftar Kepengurusan Baru ke Kemenkumham
Pada acara tersebut, Megawati Soekarnoputri hadir dan tiba lebih dulu.
Beberapa waktu kemudian, hadir Prabowo Subianto yang duduk selingkar di meja yang sama.
Setelah kejadian tersebut, beragam tafsir hadir dan bermunculan terkait pembahasan antara Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto.
Apalagi sebelumnya sempat muncul wacana dua poros Pilpres 2024 yang menyandingkan Prabowo Subianto dengan Ganjar Pranowo.
Dikutip ayojakarta.com dari suara.com pada Rabu (27/9/2023), terkait momen satu meja Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto, Puan Maharani angkat suara.
Puan Maharani mengungkapkan kemungkinan adanya dua poros dalam Pilpres 2024.
Dirinya menyebut bahwa di dalam politik tidak ada yang mustahil.
Puan Maharani juga mengatakan hubungan antara ibunya, Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto masih baik.
"Jadi nggak ada yang enggak mungkin di dinamika politik ini dan saya berharap semuanya itu yang terbaik," sebut Puan Maharani.
Baca Juga: Puan Maharani Ungkap Obrolan Megawati dan Prabowo saat Duduk Semeja
Tak hanya Puan Maharani, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau biasa disapa Gus Yaqut juga turut buka suara terkait momen duduknya satu meja Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri.
Gus Yaqut berkomentar melalui unggahan di media sosial dan menyebut bahwa ada bocoran penting yang ia terima dalam acara tersebut.
Namun sayangnya Gus Yaqut tidak menjelaskan bocoran penting tersebut.
"Nggak usah kepo bocorannya apa. Nanti juga bakal tahu sendiri. Tunggu aja!", tulis Gus Yaqut dalam unggahan media sosial pribadinya.
Selain itu, Wakil Ketua Umum partai Gerindra, Habiburokhman juga seolah memberi kode tertentu.
Baca Juga: PDIP Sudah Kantongi Bacawapres untuk Ganjar Pranowo, Megawati yang Akan Umumkan
Dirinya memberikan kode bahwa PDI Perjuangan merupakan cinta pertama Partai Gerindra.
Ia menyebut hal tersebut kepada PDI Perjuangan lantaran rekam jejak politik kedua partai yang saling berhubungan, yaitu pada Pilpres 2009 dan Pilkada 2012.
Pada 2009, Megawati Soekarnoputri berpasangan dengan Prabowo Subianto namun kalah dari pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono.
Sedangkan pada Pilkada 2012, PDIP berduet bersama Gerindra dan disebut menghasilkan anak.
Koalisi kedua partai tersebut berhasil menduetkan Jokowi dan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Salah satu capres yaitu Ganjar Pranowo juga mengaku senang melihat Megawati Soekarnoputri yang duduk semeja dengan Prabowo Subianto.
Artikel ini telah tayang di suara.com dengan judul Bocoran Hasil Pembicaraan Megawati dan Prabowo yang Duduk Semeja.***