AYOJAKARTA.COM -- Kabar mengenai kasus pembacokan yang dilakukan seorang siswa Madrasah Aliyah (MA) terhadap gurunya di Demak, Jawa Tengah menjadi perbincangan hangat.
Saat ini, siswa berinisial MAR tersebut diketahui sudah diamankan pihak kepolisian. Pihak kepolisian hingga saat ini tengah mendalami kasus tersebut.
Mengenai kronologi, pembacokan tersebut terjadi di sekolah MA yang ada di Kecamatan Kebonagung, Demak pada 25 September 2023.
Baca Juga: Karakter Asli Seseorang Terungkap Lewat Gaya Bicara, Orang yang Ceplas Ceplos Ternyata..
Kejadian itu berlangsung saat pelaksanaan ujian tengah semester.
Kala itu sang guru AFR sedang menjadi pengawas ujian tengah semester di kelas XII IPS.
Korban yang sedang membagikan soal ujian tiba-tiba disabet sabit oleh MAR yang saat itu terlambat masuk ke dalam kelas.
Dilansir Ayojakarta.com dari YouTube @tvOneNews, Kasat Reskrim Polres Demak, AKP Winardi menjelaskan kronologi pembacokan siswa terhadap guru tersebut.
Menurut Winardi, kronologi dari kejadian tersebut terjadi lantaran pelaku tak terima ditegur oleh gurunya.
Sang guru menegur karena siswa tersebut tak kunjung mengumpulkan tugas.
Sebelumnya, guru AFR memberikan deadline tugas kepada seluruh murid untuk dikumpulkan di hari Sabtu (23/9/2023).
Baca Juga: Tes Kepribadian: Jika Kamu Bisa Lihat 9 Wajah, Berarti Kamu Cerdas di Atas Rata-rata
Namun, pelaku MAR tidak mengumpulkan tugas tersebut sebelum jadwal ujian tengah semester berlangsung pada 25 September 2023.
"Yang bersangkutan saat hari Sabtu telah deadline mengumpulkan tugas belajar. Namun yang bersangkutan tidak mengumpulkan tugasnya. hari Senin dilaksanakan ujian tengah semester," ujar Winardi.
Di hari ujian tengah semester pada 25 September 2023, MAR menanyakan kepada gurunya apakah bisa mengikuti ujian.
Akan tetapi karena tidak mengumpulkan tugas, sang guru tidak memberi izin MAR untuk mengikuti ujian tengah semester.
Diduga merasa sakit hati, MAR pulang ke rumahnya dan kembali lagi ke sekolah sambil membawa sabit.
Dengan sabit itulah, MAR nekat membacok gurunya hingga menyebabkan luka parah.
Baca Juga: 7 Cara Mudah Hapus File Sampah Tersembunyi di Ponsel Android, Memori Auto Lega
"Pelaku menyimpan sabit di punggungnya, saat sampai di sekolah pelaku langsung masuk ke kelas yang ada korban. Pelaku langsung membacok korban, yang saat itu korban sedang mengawasi siswa UTS," kata Winardi.
"Pelaku membacok di leher dan lengan kiri," imbuhnya.
Usai melakukan aksinya, pelaku melarikan diri ke arah jalan raya Semarang, Purwodadi.
Terkait motifnya, Winardi menjelaskan pelaku merasa sakit hati karena tidak bisa mengikuti ujian.
"Pelaku merasa sakit hati tidak bisa ikut ujian tengah semester," ungkap Winardi.
Sementara itu, pelaku telah berhasil dibekuk pada Selasa (26/9/2023) malam.
Baca Juga: Tes Ilusi Optik: Temukan Wajah Wanita, Kucing dan Anjing, untuk Melihat Kemampuan Otakmu
Pelaku bersembunyi di sebuah rumah kosong di kawasan Gubug, Grobogan.
"Tersangka bersembunyi di rumah kosong di kawasan Gubug, Grobogan," terang Winardi.
Saat ini pihak kepolisian masih terus mendalami pemeriksaan terhadap pelaku, mengingat masih berstatus sebagai siswa sekolah.