News

Anies Baswedan Pastikan Bakal Ada Pemerataan Lapangan Kerja Jika Terpilih jadi Presiden, Seperti Apa?

Oleh: Arifina Cahyanti Firdausi Senin 25 Sep 2023, 08:20 WIB
Anies Baswedan Pastikan Bakal Ada Pemerataan Lapangan Kerja Jika Terpilih jadi Presiden, Seperti Apa? (YouTube Najwa Shihab)



AYOJAKARTA.COM
 - Bakal capres Anies Baswedan membeberkan beberapa gagasan dirinya jika terpilih menjadi presiden dalam Pilpres 2024 mendatang.

Salah satunya, berkaitan dengan pemerataan lapangan kerja.

Anies Baswedan menyatakan, penyediaan lapangan kerja akan dilakukan dengan merata di semua daerah di Indonesia.

Baca Juga: Kunjungi Makassar, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar Tanggapi Rencana Pemindahan Makam Pangeran Diponegoro

Dilansir ayojakarta.com dari channel YouToube Najwa Shihab dalam acara Mata Najwa pada Senin (25/9/2023), Anies Baswedan membeberkan sejumlah poin untuk merealisasikan gagasan tersebut.

Salah satu yang bisa mewujudkan pemerataan lapangan kerja di Indonesia adalah adanya pelaku ekonomi mikro.

"Pelaku ekonomi mikro ini adalah penyediaan lapangan kerja yang paling cepat dan paling banyak," ujar Anies Baswedan.

Baca Juga: Hadir di Kampus UNHAS, Anies Baswedan Singgung Peningkatan Anggaran Penelitian

Meski pelaku ekonomi mikro dinilai mampu menyerap lapangan kerja dengan cepat, dikatakan Anies, hal tersebut masih terbatas dalam pembiayaan.

Pelaku ekonomi mikro dalam sistem pembiayaannya dinilai belum optimal.

Sehingga, diakui Anies, jika mereka juga masih mengalami kesulitan dalam mengembangkan diri.

Baca Juga: Program Jokowi Dinilai Anies Baswedan Bikin Ibu-ibu Gelisah Setiap Hari, Sudah Saatnya Membuat Perubahan?

"Sistem pembiayaan kita hanya membiayai sektor formal, sedangkan pelaku ekonomi mikro kebanyakan informal," kata Anies.

Karena hal itulah, Anies Baswedan menyampaikan, pemerintah harus mengambil langkah konkret untuk membantu pembiayaan terhadap pelaku ekonomi mikro dengan optimal.

Langkah itu yakni, memudahkan perizinan bagi ekonomi mikro dan menyesuaikan aturan-aturan terkait pembiayaan.

Baca Juga: Anies Baswedan dan Cak Imin Jalan Gembira bersama di Makassar, Pas Banget Lagi Ultah

Proses tersebut, Anies mengatakan sudah diterapkan di Jakarta.

"Banyak sekali usaha rumahan tidak bisa akses pasar online, karena nggak punya izin, kenapa? Karena usahanya di dalam rumah," ungkap Anies.

"Begitu dia mengajukan izin, Pemprov DKI menolak karena bukan di zona usaha, apa yang terjadi? Kami ubah aturan itu," imbuhnya.

Baca Juga: Tetap Berlaga! Partai NasDem Yakin Anies Baswedan dan Cak Imin Masuk Salah Satu Poros

Dengan langkah tersebut, menurut Anies, sudah selama 4 tahun terakhir ini banyak pelaku usaha mikro yang bisa menjalankan jualan online.

Hal itu karena pelaku usaha mikro telah memiliki izin, NPWP dan akses terhadap pasar.

Karena itu, menurutnya, langkah tersebut perlu terus dikembangkan hingga ke berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga: Hadiri Dialog Kebangsaan Bersama Petani di Sukabumi, Anies Baswedan Singgung Kenaikan Harga Beras

"Jadi usaha anak muda untuk bisa mendapatkan pekerjaan disambungkan dengan penumbuhan mikro. Anak mudah punya banyak sekali ide, gagasan untuk usaha tapi mereka akan kesulitan untuk mendapat tempat bila aturan kita tidak diubah," jelas Anies.

Baru setelah itu, kata Anies, BUMN memberikan insentif untuk digunakan para pelaku ekonomi mikro dalam mengembangkan usahanya.

Jika langkah itu diterapkan, Anies Baswedan meyakini, lapangan kerja akan merata di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Jawaban Anies Baswedan Saat Ditanya Soal Gen Z yang Jadi Sandwich Generation, Netizen: Cocok jadi Motivator

"Dan ini bisa dikerjakan di seluruh Indonesia, dengan cara seperti itu lapangan pekerjaan akan meluas sekali," terangnya.

Ketika persoalan perizinan dan pendanaan telah tuntas, menurut Anies, langkah lainnya yang bisa dilakukan pemerintah adalah membangun industri-industri baru  di sejumlah daerah di Indonesia.

"Supaya produk-produk yang dikonsumsi di seluruh Indonesia tidak hanya diproduksi di kawasan jawa," papar Anies.

Reporter Arifina Cahyanti Firdausi
Editor Hengky Sulaksono