News

Pedagang Tanah Abang Keluhkan Kondisi Pasar Sepi: Dulu Bisa Rp50 Juta Sehari, Sekarang...

Oleh: Fitri Nurjanah Kamis 21 Sep 2023, 15:21 WIB
Pedagang Tanah Abang Keluhkan Kondisi Pasar Sepi: Dulu Bisa Rp50 Juta Sehari, Sekarang... (YouTube Metro TV)

AYOJAKARTA.COM – Kondisi pasar yang semakin sepi saat ini dikeluhkan oleh pedagang textile di seluruh Indonesia, salah satunya pedagang di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Hal ini terjadi karena gempuran produk asing yang masuk Ke Indonesia dan dijual dengan harga yang murah di berbagai e-Commerce atau pun sosial e-Commerce.

Suratman yang merupakan salah satu pedagang di Pasar Tanah Abang ikut merasakan dampak dari gempuran produk asing tersebut , ia pun mengaku bahwa penjualan yang biasanya ramai saat ini makin sepi pembeli.

Baca Juga: Efek dari Online Shop, Pasar Tanah Abang Sepi dan Banyak Pedagang Bangkrut

Meskipun dirinya pernah menjual produk secara daring, namun itu tidak berdampak bagus dan hasil yang didapatkan tidak memuaskan.

“Dulu penjualan bisa sampai Rp50 juta dalam sehari kalau sekarang jangankan mau dapat Rp50 juta kadang mau dapat satu kodi aja susah, kadang engga laris selama satu minggu,” ucap Suratman, yang dikutip Ayojakarta.com dari Metro TV, Kamis (21/09/2023).

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Teten Masduki yang sempat melihat kondisi pasar Tanah Abang secara langsung mengungkapkan bahwa, babak belurnya pedagang pasar Tanah Abang tidak terlepas dari gempuran produk impor yang harganya jauh lebih murah.

Baca Juga: Heboh! Viral Parkir Liar di Pusat Belanja Tanah Abang, Baru 5 Menit Diminta 50 Ribu, Begini Kronologinya!

“Seperti di tanah abang ini bukan masalah offline atau kalah dengan penjualan di online, karena mereka juga sudah mencoba menjual di online tapi saya berkesimpulan produk yang dijual oleh mereka tidak bisa bersaing,” kata Teten Masduki.

Sementara itu Sekretaris Jenderal Ikatan Pedagang Pasar Indonesia atau IKAPPI Reynaldi Sarijowan menuturkan dengan kondisi yang seperti ini pemerintah seharusnya bisa kerjasama dengan beberapa platform penjualan daring untuk dapat mendorong penguatan algoritma para pedagang UMKM di Indonesia.

Baca Juga: BRI Tebar Hadiah Undian Promo di Pasar Tanah Abang Sebagai Bentuk Apresiasi pada Nasabah

“Ekonomi yang seperti ini pedagang yang kesulitan untuk beradaptasi ini harus ada pendampingan dari pemerintah, agar pemerintah bisa mengetahui dengan platform media sosial ini agar pedagang UMKM yang produk lokal punya menjadi etalase utama di seluruh platform media,” Jelasnya.

IKAPPI pun mencatat telah terjadi penurunan pendapatan sampai 60% secara keseluruhan di pasar-pasar tekstil, bahkan pasar Tanah Abang sendiri mengalami penurunan yang cukup signifikan dengan mencapai 75%.***

Reporter Fitri Nurjanah
Editor Hengky Sulaksono