AYOJAKARTA.COM – Mantan Gubernur DKI Jakarta sekaligus bakal calon presiden (bacapres) dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan turut hadir dalam acara Mata Najwa.
Tak hanya Anies Baswedan saja, dua bakal calon presiden lainnya, Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto juga turut dihadirkan dalam acara Mata Najwa yang dilaksanakan di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Dalam acara Mata Najwa tersebut, Anies Baswedan menyinggung persoalan yang saat ini terus terjadi, yaitu harga beras yang terus tinggi atau melonjak saat ini.
Baca Juga: Jadi Kandidat Capres Termiskin, Anies Baswedan Beberkan dari Mana Asal Biaya untuk Maju Pilpres 2024
Anies Baswedan menyebutkan bahwa faktor dari naiknya harga beras adalah karena adanya mafia-mafia yang perlu diberantas, di mana mafia ini lah yang menjadi sumber masalah di Indonesia, sehingga perlu diperangi secara tuntas dan menyeluruh.
“Tata niaga ini dikoreksi dan mafia-mafia terkait produk pertanian harus diperangi secara tuntas karena merekalah sumber masalah yang ada di tempat ini,” sebut Anies Baswedan dalam acara Mata Najwa di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Anies Baswedan juga menyampaikan bahwa negara Indonesia membutuhkan tata kelola yang lebih dalam semua sisi kehidupan, dan hal ini termasuk terkait tata kelola beras yang belum dioptimalkan.
Baca Juga: Tanggapi Isu Pilpres 2024 Hanya 2 Poros, Anies Baswedan: Gak Penting
Adapun efek dari naiknya harga beras tersebut tentu berdampak kepada biaya hidup masyarakat Indonesia yang juga ikut tinggi, hal tersebut dikarenakan beras merupakan makanan pokok bangsa Indonesia.
Sehingga kondisi ini semakin memberatkan sekelompok masyarakat yang masih berada dalam golongan pra-sejahtera.
Dikutip ayojakarta.com melalui laman suara.com, naiknya harga beras juga tidak hanya dirasakan oleh masyarakat umum saja, namun juga para petani sebagai produsen pun dapat dikatakan belum sejahtera.
“Situasi yang kita hadapi adalah berasnya mahal, petaninya tidak sejahtera, uangnya hilang di jalan," ungkap Anies Baswedan.
Lebih lanjut Anies mengungkapkan bahwa upaya menurunkan biaya bahan-bahan pokok tersebut harus terus menerus dilakukan, karena biaya produksi masih tetap tinggi maka semakin memberatkan para petani nantinya.
“Pakai indikator sederhana saja petani bisa menabung. Selama petani tidak bisa menabung, berarti biaya operasional produksinya tidak sebanding dengan pendapatannya," lanjut Anies Baswedan.
Baca Juga: Begini Cara Anies Baswedan Mengatasi Turis Norak di Bali, Tinggal Diantar ke Airport
Sebagai informasi, bahwa Anies Baswedan kini telah mendeklarasikan dirinya bersama Cak Imin sebagai calon wakil presiden untuk maju pada Pilpres 2024 mendatang. Dan saat ini Anies Baswedan hanya diusung oleh dua partai saja, yaitu NasDem dan PKB.