News

48 Jam Sukabumi Mencekam! 200 Jiwa Terjebak Banjir Ada Ibu Hamil, 1 Tewas hingga 5 Dinyatakan Hilang

Oleh: Fina Salsabila Aura Jumat 07 Mar 2025, 14:44 WIB
Illustrasi. Hujan deras yang mengguyur wilayah Sukabumi, Jawa Barat, sejak Kamis malam (6 Maret 2025) menyebabkan bencana banjir dan longsor

AYOJAKARTA.COM - Hujan deras yang mengguyur wilayah Sukabumi, Jawa Barat, sejak Kamis malam 6 Maret 2025 menyebabkan bencana banjir dan longsor yang melumpuhkan berbagai wilayah di kabupaten. 

Ketinggian banjir pun diketahui mencapai 2 meter, bukan hanya pemukiman warga yang terendam namun fasilitias publik seperti kantor desa dan rumah sakit pun lumpuh total. 

Salah satu perumahan yang menjadi korban banjir ini ialah Perumahan Pratama Indah, Kampung Sumur 7, Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, sedikitnya 116 rumah terendam banjir setinggi 2 meter akibat luapan Sungai Cibojong.

Baca Juga: Wajib Tahu! 3 Waktu Mustajab untuk Berdoa di Bulan Ramadhan

Kondisi ini menyebabkan sekitar 100 kepala keluarga terjebak di lantai dua rumah mereka, tidak bisa ke mana-mana karena seluruh akses telah tergenang air.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Petugas Pemadam Kebakaran, dan relawan segera dikerahkan untuk melakukan evakuasi.

Dengan prioritas menyelamatkan kelompok rentan seperti lansia, perempuan, dan anak-anak.

"Dari data sementara yang kami himpun, terdapat 115 kepala keluarga dengan 200 jiwa terjebak banjir, 159 orang sudah berhasil dievakuasi dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Sayangnya, kami juga melaporkan 1 orang meninggal dunia dan 5 orang masih dalam pencarian," ujar juru bicara BPBD Sukabumi dikutip Ayojakarta.com dari YouTube tvOneNews. 

Di tengah situasi bencana yang kian memburuk, drama penyelamatan seorang ibu hamil dan anaknya yang berusia 3 tahun menjadi salah satu kisah mencekam.

Keduanya terjebak di antara material longsor di daerah Pamumuan saat hendak menuju Cimapak untuk mendapatkan pertolongan medis.

Baca Juga: Viral! Beredar Video Minyakita Ukuran 1 Liter Ternyata Hanya Berisi 750 ml, Mendag Buka Suara: Itu Video lama

"Saya gak bisa ke atas gak bisa ke bawah Bang, kejebak ini," teriak korban dalam keadaan panik yang terekam dalam video amatir warga.

"Saya bawa orang hamil Bang, saya bawa anak kecil. Tolong Bang, saya kejebak bawa anak kecil sama lagi mau merujuk pasien yang mau melahirkan. Mohon bantuannya di daerah Pamumuan sebelum Cigaru," imbuhnya dengan suara bergetar.

Mendengar laporan tersebut, petugas BPBD segera berkoordinasi dengan tenaga kesehatan setempat.

"Penjemputan dan pengambilan pasien dilakukan dengan cara estafet mengingat kondisi jalan yang sudah tidak memungkinkan untuk dilalui kendaraan roda empat," jelas petugas BPBD yang terlibat dalam operasi penyelamatan tersebut.

"Jika kondisi di Puskesmas Simpenan tidak memungkinkan untuk menangani kelahiran, pasien akan segera dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap," tambahnya.

Selain banjir, bencana longsor juga telah melumpuhkan sistem transportasi di beberapa titik strategis.

Baca Juga: Catat! Inilah 7 Syarat Wajib Puasa Ramadan yang Harus Dipenuhi oleh Umat Islam

Longsor yang menimpa jalan nasional menuju ibu kota Pelabuhan Ratu terjadi di Kampung Cijambe, Desa Kecamatan Bantar Gandung.

Mengakibatkan ratusan kendaraan dari kedua arah tertutup total sejak Kamis malam. 

Selain itu, jembatan yang menjadi akses vital di Simpenan, Kabupaten Sukabumi juga dilaporkan putus, semakin memperburuk isolasi yang dialami warga terdampak.

Dari observasi langsung di lapangan, banyak rumah warga yang tidak hanya terendam air tetapi juga dipenuhi lumpur.

Baca Juga: Waktu Terbaik untuk Berdoa dan Bertobat di Bulan Ramadhan, 4 Keistimewaan Ini Wajib Dipahami!

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setempat memperingatkan bahwa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang, terutama bagi yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor.

"Kami terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan seluruh stakeholder untuk penanganan darurat bencana ini.

Prioritas utama kami saat ini adalah menyelamatkan nyawa dan memastikan kebutuhan dasar para korban terpenuhi," tegas Kepala BPBD Sukabumi.

Pemerintah daerah juga telah menyiapkan dapur umum di beberapa titik pengungsian untuk memastikan ketersediaan makanan bagi para pengungsi.

Diperkirakan, kerugian mencapai miliaran rupiah, belum termasuk kerusakan infrastruktur publik seperti jalan dan jembatan yang membutuhkan perbaikan segera.***

Reporter Fina Salsabila Aura
Editor Jinan Vania Barizky