News

Tanggapan Anies Baswedan Soal Cak Imin yang Dipanggil KPK Atas Kasus Dugaan Korupsi di Kemnaker

Oleh: Linda Wati Jumat 08 Sep 2023, 17:16 WIB
Anies Baswedan dan Cak Imin

AYOJAKARTA.COM - Bakal calon Presiden Anies Baswedan memberikan tanggapan soal Cak Imin yang dipanggil KPK.

Seperti diketahui, pasangan Anies Baswedan yaitu Cak Imin dipanggil KPK terkait kasus dugaan korupsi sistem proteksi TKI di Kemnaker.

Cak Imin pada 2012 silam diketahui menjabat sebagai Menteri Ketenagakerjaan (Menaker).

Dikutip AyoJakarta.com dari YouTube Kompastv pada Jumat 8 September 2023, Bacapares dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan ini mengatakan bahwa ia yakin atas apa yang disampaikan oleh Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

Baca Juga: Bikin Terharu, Shopee Live Jadi Alasan Dibalik Air Mata Kebahagiaan Lesti Menyambut Sesi Perdananya

Seperti apa yang disampaikan Muhaimin Iskandar, Anies Baswedan mengatakan tidak ada masalah calon wakilnya datang ke KPK.

Selain itu, Anies Baswedan juga menyebut bahwa kehadiran Cak Imin ke KPK sebagai bentuk warga negara yang baik dalam upaya membantu penegak hukum.

Sehingga ia tak perlu menghawatirkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dipanggil KPK.

“Sangat yakin seperti apa yang disampaikan oleh Gus Imin bahwa ini tidak ada masalah dan beliau datang ke KPK sebagai warga negara yang baik yang memenuhi panggilan setiap kali penegak hukum membutuhkan bantuannya jadi saya yakin dan bismillah Insya Allah semuanya lancar,” ujarnya.

Baca Juga: Sebut AHY Tak Punya Pengalaman Politik Jadi Alasan Anies Baswedan Lebih Pilih Cak Imin Sebagai Cawapres?

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga percaya bahwa KPK akan menjalankan tugasnya secara profesional.

“Saya percaya KPK akan menjalankan tugas dengan profesional,” kata Anies Baswedan.

KPK diketahui telah menetapkan tiga orang tersangka antara lain Reyna Usman dan I Nyoman Darmanta yang masing-masing dari pihak Kemnaker.

Kemudian ada Kurnia yang merupakan dari pihak swasta.

Meski begitu, KPK belum mengumumkan secara resmi ke publik lantaran masih perlu mengumpulkan dan memperkuat alat bukti.***

Reporter Linda Wati
Editor Fathul Amanah