AYOJAKARTA.COM - Deklarasi Muhaimin Iskandar atau yang lebih dikenal sebagai Cak Imin sebagai calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Anies Baswedan telah menciptakan gelombang kontroversi.
Meskipun Cak Imin adalah Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan pengalaman panjang dalam politik, sejumlah kontroversi dalam kariernya telah menciptakan sorotan yang tajam.
Berikut adalah lima kontroversi yang melingkupi Cak Imin, dilansir AyoJakarta.com dari suara.com, Kamis (7/9/2023):
Baca Juga: Dibongkar Anies Baswedan, Ternyata Ini 5 Alasan Cak Imin Dipilih jadi Cawapres
1. Dinilai Manipulasi Sejarah PKB
Cak Imin terlibat dalam konflik dengan putri Gus Dur, Yenny Wahid, yang mengklaim bahwa PKB dicuri oleh Muhaimin Iskandar dengan bantuan pemerintah.
Konflik internal dalam PKB terkait hasil muktamar yang berbeda di Parung dan Ancol juga menjadi poin kontroversial, dengan Cak Imin dianggap memanipulasi sejarah PKB.
Baca Juga: Cak Imin Diperiksa KPK Hari Ini, Anies Baswedan Pede Tak Akan Ada Masalah: Saya Sangat Yakin!
2. Dugaan Keterlibatan Meikarta
Cak Imin dinilai terlibat dalam penyelidikan kasus Meikarta. Ia hadir sebagai saksi yang diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan menerima suap dari bos PT Lippo Group, James Riady.
Meskipun kasus ini tidak terbukti, tetapi keterlibatannya tetap menimbulkan polemik.
Baca Juga: Menerawang Watak Anies Baswedan dan Cak Imin Lewat Perhitungan Weton Tanggal Lahir
3. Usulan Penundaan Pemilu 2024
Cak Imin mengusulkan Pemilu 2024 ditunda dengan alasan terinspirasi dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Usulan ini menuai banyak kritik, dan akhirnya usulan tersebut terhapus setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) merilis jadwal Pemilu 2024.
Baca Juga: Cak Imin Bantah Tuduhan Dirinya Mengkudeta Gus Dur: Saya yang Dikudeta?
4. Pengajuan Diri sebagai Capres
Sebelum bergabung dengan Anies Baswedan, Cak Imin mencoba untuk mengajukan diri sebagai calon presiden (capres) dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), yang terdiri dari PPP, PAN, dan Golkar.
Namun, gagasan ini ditolak oleh ketiga ketua partai tersebut karena dianggap tidak masuk akal.
Baca Juga: Pamer Senyum, Cak Imin Penuhi Panggilan KPK sebagai Saksi Kasus Korupsi Kemnaker 2012
5. Usul Penghapusan Jabatan Gubernur
Cak Imin pernah menyatakan sikap bahwa PKB ingin menghapus pemilihan gubernur, dengan alasan bahwa pemilu gubernur hanya pemborosan waktu dan melelahkan.
Ia menganggap jabatan gubernur sudah tidak terlalu fungsional.
Dengan banyaknya kontroversi yang melingkupi Cak Imin, pasangan Anies Baswedan dan Cak Imin akan menghadapi tantangan besar dalam pemilihan presiden 2024.
Perjalanan politik mereka akan terus dipantau oleh masyarakat dan pengamat politik selama masa kampanye dan pemilihan nanti.***