AYOJAKARTA.COM – Nama calon wakil presiden untuk mendampingi Anies Baswedan yang lama dinanti publik kini mulai terkuak.
Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang merupakan Ketua Umum PKB, santer dikabarkan sebagai kandidat kuat untuk menjadi wakil Anies Baswedan.
Atas lahirnya rencana tersebut, Partai Demokrat yang merupakan salah satu kelompok pengusung Anies Baswedan menyatakan kekecewaan.
Kekecewaan Partai Demokrat yang disampaikan tertulis oleh Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya memuat beberapa pernyataan.
Baca Juga: Inilah 3 Poin Kekecewaan Partai Demokrat Soal Anies Baswedan Pilih Cak Imin Jadi Cawapres
Melalui siaran resminya Partai Demokrat mengaku telah mendapatkan informasi bahwa Anies Baswedan menyetujui kerjasama politik antara Partai NasDem dengan PKB.
Dengan adanya persetujuan tersebut, Partai Demokrat menilai Anies Baswedan telah melanggar ajakan yang dilakukan pada 23 Januari 2023.
Pada tanggal tersebut, Anies Baswedan telah mengajak Agus Harimurti Yudhoyono sebagai pasangan Capres-Cawapres 2024-2029.
Selain itu, Partai Demokrat juga menilai langkah yang dilakukan terkait kerjasama politik dengan PKB merupakan pengkhianatan terhadap Piagam Koalisi.
Baca Juga: NasDem Bantah Isu Tolak AHY Sebagai Cawapres Anies Baswedan
Guna menyikapi dinamika politik yang terjadi di dalam Koalisi Perubahan, Partai Demokrat selanjutnya akan melakukan konsolidasi internal.
Lebih lanjut, Partai Demokrat menilai salah satu inisiator duet pasangan Anies Baswedan serta Cak Imin datang dari Surya Paloh.
Karenanya, Partai Demokrat akan melakukan rapat majelis tinggi partai untuk menentukan sikap terhadap keberlangsungan koalisi.
Menyikapi adanya anggapan tersebut, pada Kamis (31/8/2023) malam, sejumlah petinggi Partai NasDem menggelar rapat tertutup.
Baca Juga: Cak Imin Jadi Cawapres Anies Baswedan, Prabowo Subianto: Santai Saja
Setelah pertemuan berlangsung, Ketua Umum Partai NasDem memberikan keterangan kepada awak media.
Menurutnya, gagasan untuk menyatukan Anies Baswedan dengan Cak Imin bukanlah sebuah hal yang perlu disikapi secara berlebihan apalagi sampai membuahkan perpecahan.
“Insya Allah yang terbaik, kenapa harus kita paksakan bubar kalau memang dia bisa bertahan dan sukur-sukur apa yang direncanakan bisa tercapai,” ujar Surya Paloh.
Selain karena rekam jejak Ketua Umum PKB yang sudah diketahui banyak orang, gagasan tentang ide perubahan bisa datang dan dilakukan serta datang dari manapun.
Baca Juga: Demokrat Kecewa Anies Singkirkan AHY dan Pilih Cak Imin Jadi Bakal Cawapres di Pilpres 2024
Surya Paloh menambahkan tidak ada pihak tertentu yang perlu melakukan dikotomi mengenai esensi perubahan.
“Perubahan itu harus dijalankan suka atau atau tidak suka bagi siapa saja, yang suka akan melakukan itu dengan kesadaran”, imbuhnya.
Sebelum menutup keterangannya kepada awak media, Surya Paloh juga meminta agar setiap pihak berusaha untuk tetap harmoni dalam menghadapi kontestasi.
Demikian dikutip Ayojakarta.com pada Jumat 1 September 2023 dari kanal YouTube tvOneNews.***