AYOJAKARTA.COM - Mendekati Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, perhatian publik terus tertuju pada calon-calon potensial yang mungkin mencalonkan diri sebagai Presiden. Beberapa nama yang mencuat termasuk Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, dan Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Berdasarkan hasil survei dari Indikator Politik Indonesia, elektabilitas Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto terlihat bersaing ketat untuk posisi teratas, sementara Anies Baswedan secara konsisten menduduki peringkat ketiga.
Baca Juga: Soal Elektabilitas Anies Baswedan, Burhanuddin: Pilihan kepada Capres itu seperti Iman
Selama beberapa simulasi pemilihan presiden (pilpres) yang dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia (IPI) pada 15 Juli hingga 21 Juli 2023, Ganjar Pranowo berhasil memimpin dalam berbagai skenario, termasuk dalam skema top of mind (pilihan pertama) para responden, simulasi dengan 34 nama semi terbuka, simulasi dengan 10 nama, dan bahkan simulasi dengan hanya tiga nama bakal calon presiden.
Burhanuddin Muhtadi, peneliti utama di IPI, yang berbasis di Jakarta, menyatakan bahwa ketiga nama bakal calon presiden tersebut dinilai memiliki potensi untuk maju dalam Pemilihan Presiden 2024 menurut persepsi responden.
Baca Juga: Anies Baswedan Sudah Kantongi Nama Cawapres, PKS: Paling Penting Punya Elektabilitas
"Simulasi tiga nama ini, lagi-lagi kami tanya kebetulan di antara banyak nama, hanya Ganjar, Anies, dan Prabowo yang dinamis dan potensial," ucap Burhanuddin dikutip dari Suara.com pada Sabtu (19/8/2023).
Dalam simulasi pemilihan presiden (pilpres) dengan hanya tiga nama sebagai pilihan, Ganjar Pranowo memperoleh dukungan sebanyak 35,2 persen suara dari total 1.811 responden. Prabowo Subianto mengikuti dengan 33,2 persen, sementara Anies Baswedan mendapatkan 23,9 persen.
Namun, dinamika berubah ketika Indikator Politik Indonesia (IPI) melakukan simulasi head-to-head antara Ganjar dan Prabowo. Dalam simulasi dua nama tersebut, Prabowo mendapatkan 47 persen suara responden, sedangkan Ganjar meraih 39,6 persen.
Prabowo juga unggul dalam simulasi dua nama saat bersaing dengan Anies. Ketua Umum Partai Gerindra ini memperoleh 51,2 persen suara responden, sementara Anies mendapat 33,5 persen.
Baca Juga: Elektabilitas Anies Baswedan di Wilayah Ini Lemah, Prabowo dan Ganjar Malah Bersaing Ketat
Dalam simulasi head-to-head antara Anies dan Ganjar, Gubernur Jawa Tengah itu menempati urutan pertama dengan perolehan 48,3 persen, sedangkan Anies Baswedan memperoleh 37,1 persen.
Dalam konteks jadwal Pemilihan Umum (Pemilu) yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, proses pendaftaran bakal calon presiden dan wakil presiden dijadwalkan akan dimulai pada tanggal 19 Oktober hingga 25 November 2023.
Sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu), pasangan calon presiden dan wakil presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya.
Saat ini, terdapat 575 kursi di parlemen, sehingga pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2024 harus mendapatkan dukungan minimal 115 kursi di DPR RI. Alternatif lainnya adalah pasangan calon diusung oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta Pemilu 2019 dengan total perolehan suara sah minimal 34.992.703 suara.***