AYOJAKARTA.COM – Jelang pencalonannya di Pilpres 2024, bakal capres Anies Baswedan terus menyampaikan aspirasi.
Terbaru, Anies Baswedan menyampaikan kritiknya terhadap program Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim.
Dalam kritiknya, Anies Baswedan menyampaikan jika selama ini masyarakat kurang dilibatkan dalam program Pendidikan yang dijalankan selama pemerintahan Jokowi.
Baca Juga: Maybank Indonesia Cetak Laba Sebelum Pajak Rp1,27 Triliun pada Semester I 2023
Di mana selama ini Jokowi dinilai hanya fokus pada pembayaran pajak publik tetapi keterlibatan masyarakat dalam berbagai program kurang.
Selaku mantan Mendikbud, Anies Baswedan bahkan menilai jika gaya kepemimpinan Jokowi sangat jauh dengan Soekarno.
“Saya waktu itu ketika memulai Indonesia mengajar, kami eksplisit menyampaikan Pendidikan bukan sebagai program, Pendidikan sebagai gerakan,” kritik Anies Baswedan dikutip dari laman Suara.com pada Senin (31/7/23).
Tak hanya itu, Anies Baswedan juga membahas kembali soal program pemberantasan buta huruf seperti berikut.
Baca Juga: Kenapa Harga Sarang Burung Walet Mahal Sekali? Ternyata Ada 4 Penyebab
“Lalu ingat pemberantasan buta huruf? Itu nanti teman-teman boleh google, kalau ada foto Soekarno di papan tulis menulis A,I,U,E,O tahun 47 atau 48,” terang Anies.
“Lalu banner di atasnya tulisannya menarik sekali, kalau pemerintah biasanya bikin acara ‘Dengan semangat ini ini’, ini enggak,” imbuhnya.
Lebih lanjut Anies Baswedan mengatakan, “’Bantu Kami Berantas Buta Huruf’.”
Untuk itu Anies Baswedan menekankan jika sangat perlu adanya perubahan khususnya dalam pendekatan pemerintah terhadap masyarakat di bidang Pendidikan.
Baca Juga: 7 Kebiasaan Sederhana Ini Bisa Bikin Kamu Jadi Lebih Tenang dan Bahagia, Patut Ditiru!
Di mana menurutnya masyarakat harus lebih terlibat serta didorong untuk aktif berpartisipasi dalam gerakan Pendidikan.
Namun rupanya tak hanya Anies Baswedan saja yang menyampaikan kritik terhadap Program Nadiem makarim tersebut.
Tetapi juga bakal capres dari Partai Gerindra yakni Prabowo Subianto yang juga menilai jika masih banyak perbaikan yang harus dilakukan untuk meningkatkan mutu para guru.
Aspirasi dan kritik kedua bakal capres tersebut disampaikan saat menghadiri puncak kegiatan Belajar Raya 2023 di Pasar Baru, Jakarta Pusat, akhir pekan lalu.***