News

Tanggapan Mahfud MD Soal Kasus Tewasnya Bripda Ignatius yang Diduga Ditembak oleh Seniornya di Bogor

Oleh: Linda Wati Jumat 28 Jul 2023, 13:52 WIB
Mahfud MD

AYOJAKARTA.COM - Mahfud MD memberikan tanggapan soal kasus tewasnya Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage (21) yang diduga ditembak oleh seniornya.

Diketahui Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage merupakan anggota Densus 88 Antiteror Polri.

Ia tewas tertembak rekannya sesama polisi di Rusun Polri Cikeas, Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Baca Juga: Terkuak! Ayah Bripda Ignatius Bongkar Kronologi Kematian Anaknya, Sebut Ada Tawaran Bisnis Senpi Ilegal

Menko Polhukam Mahfud MD dalam kasus ini menyampaikan, ia yakin bahwa kasus Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage yang tertembak oleh rekannya ini dapat diselesaikan.

“Biar diselesaikan oleh polisi,” kata Mahfud MD dikutip ayojakarta.com dari YouTube Kompastv, Jumat (28/7/2023).

“Kan tidak usah semua hal saya harus ngomong ke beliau, itu sudah ada prosedurnya dan sudat cepat menurut saya cara penanganannya,” tambahnya.

Kini, jenazah korban telah dibawa ke kampung halamannya di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat setelah dilakukan autopsi.

Baca Juga: Cabut Gugatan ke Mahfud MD, Panji Gumilang: Sesama Alumni HMI Jangan sampai Ada Hal Kurang Baik

Jenazah korban telah dimakamkan secara kedinasan pada Rabu, (26/7/2023).

Sebelumnya, ayah korban menduga bahwa putranya sempat terlibat cekcok dengan seniornya.

Ayah korban menduga percekcokan tersebut terjadi lantaran korban menolak untuk diajak berbisnis.

Pihak keluarga meminta agar kasus ini dapat diusut secara tuntas dan terbuka.

Baca Juga: Tegas! Mahfud MD Sebut Kasus Panji Gumilang Akan Tetap Dilanjutkan: Kita Kawal

Kini dua anggota Densus lainnya, yakni Bripda IMS dan Bripka IG telah ditetapkan sebagai tersangka.

Sebelumnya, kasus polisi tembak polisi juga sempat terjadi.

Kasus yang paling fenomenal adalah pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J yang dibunuh atasannya, Ferdy Sambo yang saat itu menjabat sebagai Kadiv Propam Polri.***

Reporter Linda Wati
Editor Fathul Amanah